Update
Hari Kelima Pencarian Jurnalis di Pulau Sertung Masih Tanpa Hasil Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah Prediksi Dokter Tifa: AHY Akan Menjadi Presiden RI 2029-2034 --- Presiden Jokowi Hadiri Khitanan Anak di Yayasan Padepokan Anti-Galau --- Pesan Budaya dari Dekan FIB UNDIP Melalui Monolog “Eling lan Waspada” di Konferensi Nasional Anti Penipuan 2026 Putra Pertama Pendiri VinFast Resmi Menjadi CEO Global Anas Urbaningrum Soroti Persiapan Pilpres 2029 dan Pentingnya Perbaikan Aturan Pemilu Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara Manfaat Tersembunyi dari Abu Vulkanik untuk Tanah dan Ekosistem Laut --- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi --- Hari Kelima Pencarian Jurnalis di Pulau Sertung Masih Tanpa Hasil Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah Prediksi Dokter Tifa: AHY Akan Menjadi Presiden RI 2029-2034 --- Presiden Jokowi Hadiri Khitanan Anak di Yayasan Padepokan Anti-Galau --- Pesan Budaya dari Dekan FIB UNDIP Melalui Monolog “Eling lan Waspada” di Konferensi Nasional Anti Penipuan 2026 Putra Pertama Pendiri VinFast Resmi Menjadi CEO Global Anas Urbaningrum Soroti Persiapan Pilpres 2029 dan Pentingnya Perbaikan Aturan Pemilu Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara Manfaat Tersembunyi dari Abu Vulkanik untuk Tanah dan Ekosistem Laut --- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi ---
News

Pemprov DKI Perkenalkan Pengurangan PBB-P2 2026, Wajib Pajak Dapat Manfaat Lebih Ringan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan kebijakan pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk tahun 2026, memberikan keringanan bagi wajib pajak.

Arya Yudhistira 06 May 2026 44 pembaca liputan6.com liputan6.com
Ilustrasi pengurangan PBB-P2. (c) AndreyPopov/Depositphotos
Ilustrasi pengurangan PBB-P2. (c) AndreyPopov/Depositphotos

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan kebijakan baru terkait insentif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan beban kewajiban perpajakan masyarakat dengan cara yang lebih adil dan proporsional.


Insentif ini diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 339 Tahun 2026. Salah satu bentuk insentif yang ditawarkan adalah pengurangan pokok PBB-P2 bagi wajib pajak yang memenuhi kriteria tertentu. Pengurangan ini merupakan pemotongan nilai dari pajak yang terutang, sehingga wajib pajak dapat menikmati keringanan dalam pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Kebijakan pengurangan PBB-P2 tahun 2026 dapat diakses melalui dua mekanisme, yaitu secara otomatis tanpa permohonan dari wajib pajak dan melalui permohonan yang diajukan langsung oleh wajib pajak. Untuk pengurangan otomatis, Pemprov DKI Jakarta memberikan potongan sebesar 50 persen dari PBB-P2 yang terutang pada tahun 2026 bagi wajib pajak yang pada tahun 2025 memiliki PBB-P2 sebesar nol rupiah dan tidak memenuhi syarat pembebasan pokok.


Selain itu, Pemprov DKI juga menetapkan bahwa kenaikan PBB-P2 untuk tahun 2026 tidak boleh melebihi 5 persen dari jumlah yang dibayarkan pada tahun 2025, guna menghindari lonjakan pembayaran yang terlalu tinggi. Sebagai contoh, jika pada tahun 2025 wajib pajak membayar PBB-P2 sebesar Rp1.000.000 dan pada tahun 2026 meningkat menjadi Rp1.800.000, maka jumlah yang harus dibayarkan menjadi Rp1.050.000.


Bagi objek pajak yang mengalami penambahan luas tanah atau bangunan, Pemprov DKI Jakarta juga menetapkan batas maksimal kenaikan sebesar 25 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penyesuaian pajak dilakukan secara wajar dan sesuai dengan perubahan objek pajak.


Di samping pengurangan otomatis, Pemprov DKI Jakarta juga menawarkan pengurangan PBB-P2 melalui permohonan yang diajukan oleh wajib pajak. Pengurangan ini dapat mencapai 75 persen untuk kategori tertentu, seperti veteran, penerima gelar pahlawan nasional, dan mantan pejabat negara. Insentif ini juga berlaku untuk ahli waris dari wajib pajak yang memenuhi kriteria tersebut.


Objek pajak yang dapat diajukan untuk pengurangan ini meliputi rumah tapak, rumah susun, atau tanah kosong dengan luas maksimal 1.000 meter persegi. Setiap permohonan hanya dapat dilakukan untuk satu surat keputusan penetapan yang belum dilunasi.


Kebijakan pengurangan PBB-P2 tahun 2026 merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan sistem perpajakan daerah yang lebih adil dan tepat sasaran. Pembayaran PBB-P2 juga dianggap sebagai kontribusi masyarakat dalam mendukung pembangunan Jakarta, yang pada gilirannya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan dan fasilitas publik.


Selain pengurangan pokok pajak, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan diskon bagi wajib pajak yang melunasi PBB-P2 lebih awal. Wajib pajak yang melakukan pelunasan sebelum 31 Mei 2026 berhak mendapatkan diskon sebesar 10 persen, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat lebih besar.


Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan insentif PBB-P2 tahun 2026 dengan baik. Pembayaran lebih awal tidak hanya membantu perencanaan keuangan, tetapi juga memberikan peluang untuk mendapatkan keringanan maksimal. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pajak daerah dan mendukung pembangunan Jakarta yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.


Artikel Terkait