Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
Ekonomi

Pemulihan Konektivitas di NTT Mencapai 85%, TelkomGroup Percepat Perbaikan Layanan

Telkom Indonesia mempercepat pemulihan layanan telekomunikasi di Nusa Tenggara Timur setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus, dengan 85% infrastruktur kembali beroperasi.

Gyan Kusuma 16 August 2026 60 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
: TelkomGroup mengerahkan sumber daya teknis serta mengoptimalkan sistem suplai listrik cadangan untuk menjaga konektivitas masyarakat tetap tersedia di tengah kondisi darurat. (Foto: Arsip Telkom)
: TelkomGroup mengerahkan sumber daya teknis serta mengoptimalkan sistem suplai listrik cadangan untuk menjaga konektivitas masyarakat tetap tersedia di tengah kondisi darurat. (Foto: Arsip Telkom)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempercepat upaya pemulihan layanan telekomunikasi dan digital di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada hari Sabtu, 15 Agustus. Gempa ini berdampak pada berbagai infrastruktur telekomunikasi milik TelkomGroup, yang menyebabkan penurunan kualitas layanan mobile, fixed broadband, dan layanan digital lainnya di area yang terkena dampak.

Dalam upaya menjaga konektivitas masyarakat selama masa darurat, TelkomGroup mengutamakan keselamatan timnya dengan mengerahkan tenaga teknis dan mengoptimalkan penggunaan sumber listrik cadangan. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa banyak layanan sudah kembali normal setelah perbaikan dilakukan dan pasokan listrik mulai pulih. "Alhamdulillah trafik sudah berangsur normal, walaupun pada awalnya terdapat sekitar 50% BTS Telkomsel terganggu, tapi saat ini sejalan dengan upaya percepatan perbaikan yang kami lakukan dan listrik yang mulai kembali, sebagian besar sudah pulih. Telkom berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara cepat, aman, dan terkoordinasi sekaligus memperkuat ketahanan jaringan melalui backup," ujarnya dalam Rakor Penanganan Gempa wilayah Nusa Tenggara Timur pada Minggu, 16 Agustus.

Progres Pemulihan Layanan

Saat ini, 85% dari total 735 site BTS Telkomsel telah beroperasi kembali, sementara sisanya masih dalam proses pemulihan. Fokus pemulihan ditujukan di wilayah-wilayah yang terdampak seperti Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada, dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta kesiapan infrastruktur pendukung. Progres pemulihan menunjukkan hasil yang cepat, di mana sekitar 400 BTS dan 2.600 pelanggan IndiHome yang terdampak pada awal gempa telah berhasil dipulihkan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Kondisi layanan juga menunjukkan perbaikan, dengan 16.788 atau 98,3% dari total 17.062 pelanggan IndiHome telah terlayani, sementara sisanya masih dalam proses pemulihan secara bertahap. Dari segi infrastruktur utama, jaringan backbone TelkomGroup berfungsi dengan baik berkat jalur cadangan yang menjaga layanan tetap berjalan. Namun, beberapa titik mengalami penurunan kapasitas akibat putusnya sejumlah fiber optik di darat dan laut.

Upaya Kolaborasi dan Dukungan Masyarakat

Secara umum, jaringan TelkomGroup masih dalam kondisi aman, dan perbaikan pada infrastruktur yang terdampak serta optimalisasi jalur cadangan terus dilakukan untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Untuk mempercepat proses pemulihan, 300 tim teknis TelkomGroup dikerahkan ke wilayah yang terdampak untuk melakukan asesmen, pemulihan jaringan, serta penanganan infrastruktur pendukung dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait. Upaya ini dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan titik prioritas serta keselamatan personel dan masyarakat sekitar.

TelkomGroup juga memaksimalkan sumber daya listrik mandiri seperti genset bergerak dan genset tetap di masing-masing area untuk menjaga keberlangsungan layanan sambil menunggu normalisasi pasokan listrik. Dalam proses pemulihan ini, TelkomGroup bekerja sama dengan Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, serta berbagai instansi lainnya untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan aman dan terkoordinasi.

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat selama masa pemulihan, Telkomsel menyediakan Paket Darurat yang terdiri dari 3GB data, 100 SMS, dan 300 menit telepon seharga Rp1 dengan masa berlaku tujuh hari. Layanan ini bertujuan untuk membantu pelanggan tetap terhubung dan mendapatkan akses komunikasi di tengah kondisi pascabencana. Dian menambahkan bahwa konektivitas sangat penting dalam mendukung masyarakat di tengah situasi bencana, sehingga upaya pemulihan terus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di lapangan.

"Kami memahami bahwa di tengah situasi bencana seperti ini, konektivitas menjadi kebutuhan yang semakin vital bagi masyarakat, baik untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun untuk memperoleh informasi dan dukungan yang dibutuhkan. Karena itu, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel, seluruh tim TelkomGroup terus bergerak dan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat pemulihan layanan di wilayah terdampak," tutup Dian.

TelkomGroup menyampaikan rasa prihatin dan empati kepada masyarakat yang terdampak oleh gempa bumi di NTT. Untuk informasi terbaru mengenai kondisi layanan dan penanganan bencana, masyarakat dapat menghubungi Hotline Tanggap Bencana TelkomGroup di 0800-111-9000 yang tersedia 24 jam dan bebas pulsa. Informasi resmi perusahaan juga dapat diakses melalui Media & Crisis Center TelkomGroup di [email protected] serta kanal media sosial resmi Telkom Indonesia.

Artikel Terkait