Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Pendidikan Mengenai Potensi Energi Panas Bumi di Cianjur Melalui "Geothermal Fun Day"

Indonesia Geothermal Golf Community (IGGC) bersama Inisiatif Daulat Energi (IDE) menyelenggarakan acara "Geothermal Fun Day" di Cianjur untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi energi p...

Rimba Amarta 06 September 2026 31 pembaca jpnn.com jpnn.com
Edukasi Potensi Panas Bumi, IGGC & IDE Gelar 'Geothermal Fun Day' di Cianjur
Edukasi Potensi Panas Bumi, IGGC & IDE Gelar 'Geothermal Fun Day' di Cianjur

CIANJUR - Pada hari Minggu, 6 September, Indonesia Geothermal Golf Community (IGGC) berkolaborasi dengan Inisiatif Daulat Energi (IDE) mengadakan kegiatan edukasi publik bertajuk Geothermal Fun Day di Kabupaten Cianjur. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai potensi besar dan keunggulan energi panas bumi sebagai sumber energi bersih yang mendukung pembangunan nasional.

Kegiatan dimulai di pagi hari di area Car Free Day (CFD) Bunderan Kota Cianjur dengan aksi jalan santai dan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan brosur edukatif yang berisi informasi mengenai "Fakta vs Mitos Panas Bumi" kepada pengunjung CFD untuk mengklarifikasi berbagai informasi yang keliru yang beredar di masyarakat.

Diskusi dan Sesi Ngopi Bareng

Agenda dilanjutkan dengan sesi diskusi dan ngopi bareng di Sapong Space Cianjur. Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hadi Wijaya, yang juga dihadiri oleh para pakar, praktisi, akademisi, dan tokoh pemuda. Kabupaten Cianjur dikenal memiliki potensi panas bumi yang melimpah, meskipun saat ini masih dalam tahap eksplorasi. Namun, informasi yang belum tersaring dengan baik menyebabkan kekhawatiran dan penolakan dari sebagian masyarakat.

Hadi Wijaya menegaskan bahwa pengembangan energi panas bumi tidak hanya bertujuan untuk penyediaan listrik, tetapi juga untuk mendorong ekonomi sirkuler yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. “Jika pengembangan panas bumi di Cianjur berhasil, hasilnya dapat mengoptimalkan ekonomi lokal secara masif. Panas bumi bisa dimanfaatkan langsung oleh UMKM, mulai dari pengeringan kopi dan teh, hingga pembudidayaan ikan. Generasi muda harus terus bersatu padu mendukung Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian penting dari energi nasional dan pembangunan bangsa,” ujarnya.

Pentingnya Energi Panas Bumi

Ketua IGGC sekaligus praktisi industri panas bumi Riza Pasikki menjelaskan tentang keunggulan geothermal dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya. Dia menyatakan bahwa Indonesia ditargetkan menjadi penghasil geothermal terbesar di dunia pada tahun 2030, mengalahkan Amerika Serikat. “Lapangan panas bumi sangat berkelanjutan dan beremisi sangat rendah. Berbeda dengan energi terbarukan lain, pembangkit panas bumi bisa beroperasi 365 hari penuh dalam setahun. Selain itu, komitmen terhadap masyarakat lokal sangat tinggi. Di berbagai wilayah operasi, rata-rata 85 persen tenaga kerja yang terlibat merupakan putra-putri daerah,” jelas Riza.

Dia juga menambahkan bahwa kekhawatiran terkait dampak teknis dan keselamatan telah ditangani secara ketat oleh Kementerian ESDM melalui penerapan standar operasional yang sangat ketat. Selain itu, terdapat program CSR terkait ekonomi sirkular untuk memajukan sektor pertanian dan perikanan lokal.

Pakar Geothermal dan anggota Advisory Board Master Program ITB, Ir. Ali Ashat, menekankan bahwa potensi panas bumi Indonesia merupakan kekayaan yang diakui secara global. “Potensi panas bumi kita adalah yang terbesar di dunia berdasarkan data terverifikasi. Saat ini pemerintah berencana menambah kapasitas hingga 5.000 MW pada tahun 2034. Cianjur menjadi salah satu daerah kunci untuk mencapai target energi bersih tersebut. Acara seperti ini penting untuk mengkalibrasi informasi yang benar di tengah maraknya simpang siur informasi,” ungkap Ali Ashat.

Mengenai dinamika sosial dan kekhawatiran masyarakat Cianjur, Rektor UNPI Cianjur, Dodi Faraitody, mengingatkan pentingnya penegakan hukum, transparansi mitigasi, serta pendekatan kultural yang persuasif. “Secara teknis geothermal relatif aman bagi lingkungan karena pemerintah tentu tidak akan membiarkan langkah yang membahayakan daerah. Kuncinya ada pada penegakan hukum dan partisipasi publik secara utuh. Pendekatan kepada warga Cianjur harus dilakukan secara persuasif dan komprehensif agar masyarakat memahami manfaatnya secara menyeluruh, bukan sekadar formalitas administrasi,” ujar Dodi.

Sementara itu, Aktivis Muda yang juga Ketua Umum PB HMI periode 2013–2015, M. Arief Rosyid Hasan, menyoroti pentingnya kepemimpinan baru dan kolaborasi lintas sektor dalam mengawal transisi energi nasional. “Mustahil kita melihat masa depan Indonesia yang baik dengan cara lama. Mustahil kita menjadi bangsa maju jika masih bertahan dengan energi fosil. Sesuatu yang baru bisa dicapai jika caranya baru, pikirannya baru, dan orang-orangnya baru. Jika kolaborasi pentahelix ini berjalan, insya Allah kebijakan EBT di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan mendapat dukungan penuh,” tutur Arief.

Arief juga mengajak masyarakat Cianjur untuk melihat potensi alam ini sebagai bentuk rasa syukur yang membawa keberkahan ekonomi, lapangan kerja, dan peluang kemajuan daerah di masa depan. Salah satu warga Cianjur, Aldi, mengungkapkan kebingungan dan penolakan warga yang ada selama ini, serta pentingnya ruang dialog yang inklusif. “Di sekitaran rumah saya memang masih banyak penolakan karena isu-isu simpang siur yang berkembang di masyarakat. Jujur, saya pribadi awalnya sempat ada rasa menolak. Namun setelah membaca berbagai literatur dan hadir di acara ini, pemahaman saya jadi terbuka tentang banyaknya manfaat geothermal. Kami berharap para pemangku kepentingan bisa lebih masif dan turun langsung menjelaskan fakta geothermal kepada warga agar tidak ada lagi rasa was-was,” ungkap Aldi.

Artikel Terkait