Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
Ekonomi

Pengeluaran Jemaah Haji Indonesia Capai Rp2 Triliun untuk Oleh-Oleh

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jemaah haji Indonesia menghabiskan hampir Rp2 triliun untuk membeli oleh-oleh selama ibadah haji tahun ini, menjadikannya sebagai pengeluaran terbesar di l...

Kalula Putri 06 August 2026 62 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
BPS mencatat jemaah haji Indonesia menghabiskan hampir Rp2 triliun untuk oleh-oleh. Total pengeluaran pribadi diperkirakan mencapai Rp4,25 triliun. (FOTO:CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).
BPS mencatat jemaah haji Indonesia menghabiskan hampir Rp2 triliun untuk oleh-oleh. Total pengeluaran pribadi diperkirakan mencapai Rp4,25 triliun. (FOTO:CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa jemaah haji Indonesia mengeluarkan hampir Rp2 triliun untuk membeli oleh-oleh selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Jumlah tersebut menjadi bagian terbesar dari total pengeluaran pribadi jemaah di luar biaya resmi penyelenggaraan haji.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa total pengeluaran pribadi jemaah haji tahun ini diperkirakan mencapai Rp4,25 triliun, yang terdiri dari Rp3,39 triliun untuk jemaah haji reguler dan Rp857,3 miliar untuk jemaah haji khusus.

Belanja Oleh-Oleh Dominasi Pengeluaran

Amalia menjelaskan, jika dilihat dari jenis pengeluarannya, komponen terbesar adalah untuk membeli oleh-oleh, yang menyumbang sekitar 46,1 persen dari total pengeluaran pribadi. "Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belanja oleh-oleh masih menjadi bagian penting dari pola konsumsi jemaah selama menunaikan ibadah haji," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Jakarta Pusat, pada Kamis (6/8).

Belanja oleh-oleh tercatat mencapai Rp1,96 triliun, yang merupakan 46,1 persen dari total pengeluaran pribadi jemaah. Selain itu, pengeluaran pribadi juga digunakan untuk membeli obat-obatan dan kebutuhan lainnya sebesar Rp734,3 miliar, membayar dam atau denda ibadah sebesar Rp669,9 miliar, membeli makanan tambahan, jajanan, dan minuman Rp542,6 miliar, transportasi Rp257,4 miliar, serta paket data dan internet sebesar Rp86,2 miliar.

Kebiasaan Belanja Jemaah Haji

Amalia menambahkan bahwa besarnya porsi belanja oleh-oleh mencerminkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang menjadikan oleh-oleh sebagai bagian dari tradisi setelah menunaikan ibadah haji. "Karena ini juga terkait dengan budaya masyarakat Indonesia. Kalau tidak membeli oleh-oleh rasanya kurang afdal," jelasnya.

BPS juga menghitung total perputaran uang dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, yang mencakup Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) serta pengeluaran pribadi jemaah, mencapai Rp29,25 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari BPIH jemaah haji reguler sebesar Rp17,77 triliun, BPIH haji khusus Rp7,23 triliun, dan pengeluaran pribadi Rp4,25 triliun.

Amalia menekankan bahwa sebagian besar uang tersebut dibelanjakan di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji. "Perlu dicatat bahwa sebagian besar pengeluaran tersebut dilakukan di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji. Artinya kita juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Arab Saudi karena kita belanja di sana," jelasnya.

BPS memperkirakan sekitar 30 persen atau Rp8,78 triliun dari total pengeluaran jemaah merupakan konsumsi barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia atau menggunakan bahan baku dari Indonesia. Sementara itu, 70 persen sisanya, atau sekitar Rp20,48 triliun, dibelanjakan di Arab Saudi untuk konsumsi barang dan jasa selama pelaksanaan ibadah haji.

Amalia menambahkan bahwa peningkatan porsi konsumsi domestik dalam penyelenggaraan haji masih menjadi peluang untuk memperbesar dampak ekonomi terhadap Indonesia, mengingat saat ini mayoritas belanja jemaah masih mengalir ke luar negeri.

Artikel Terkait