Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam Sidang Tahunan MPR yang diadakan di kompleks parlemen Jakarta pada Jumat pagi, 14 Agustus, Ketua MPR Ahmad Muzani mengungkapkan pujiannya terhadap program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Muzani menekankan bahwa meskipun Indonesia telah merdeka selama 81 tahun, masih terdapat anak-anak yang pergi ke sekolah tanpa sarapan, dan ada keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau membayar biaya pengobatan.
Ia menganggap program MBG sebagai sebuah inovasi penting dalam upaya mencapai Generasi Emas 2045. Muzani menegaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar distribusi makanan, tetapi juga merupakan bagian dari usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Investasi untuk Masa Depan
Muzani menyatakan, "Adalah mimpi kita semua memiliki anak-anak yang unggul dan bisa bersaing secara kompetitif. Pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok yang membutuhkan merupakan investasi jangka-panjang bagi masa depan bangsa." Ia juga menekankan pentingnya semua pihak untuk memastikan bahwa tujuan dari program MBG dilaksanakan dengan manajemen yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel.
Pentingnya Koperasi dalam Perekonomian
Selanjutnya, Muzani membahas tentang program KDMP. Ia mengingatkan bahwa konstitusi telah menegaskan bahwa perekonomian harus dibangun sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan. Menurutnya, amanat ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi di Indonesia tidak seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada persaingan bebas yang dapat menguntungkan pihak-pihak yang kuat dan membuat yang lemah semakin terpinggirkan.
Ia menjelaskan bahwa koperasi adalah salah satu sarana untuk mewujudkan demokrasi dalam ekonomi. "Melalui koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan dapat memperoleh akses pasar, pelaku usaha mikro dapat berkembang, distribusi kebutuhan pokok dapat diperpendek, dan nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat," ungkap Muzani.
Lebih lanjut, Muzani menekankan bahwa koperasi bukan hanya sekadar badan usaha, tetapi juga merupakan semangat untuk maju bersama. "Karena itu, keberhasilan koperasi diukur dari tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola, serta bertambahnya kemandirian masyarakat," tuturnya.