Update
Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional
Teknologi

Peningkatan Penipuan Digital Memerlukan Sistem Keamanan yang Kuat

Fenomena penipuan digital semakin meningkat seiring dengan penggunaan layanan keuangan berbasis teknologi yang berkembang pesat. Untuk melindungi pengguna, diperlukan sistem keamanan yang lebih canggi...

Eko Prasetyo 23 June 2026 43 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id - Dengan semakin meluasnya penggunaan layanan keuangan berbasis teknologi, modus penipuan digital juga mengalami perkembangan yang signifikan. Selain mengandalkan teknik social engineering dan pencurian data, para pelaku kejahatan kini mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk melaksanakan aksi penipuan yang lebih sulit untuk dideteksi.

Ovo, salah satu penyedia layanan keuangan, telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat sistem keamanan digital mereka melalui penerapan berbagai lapisan perlindungan. Langkah ini diambil untuk melindungi akun, data pribadi, dan transaksi pengguna dari ancaman penipuan yang semakin kompleks di era digital.

Berbagai Modus Penipuan yang Marak

Modus kejahatan yang sering dijumpai mencakup penyalahgunaan One-Time Password (OTP), pengambilalihan akun, tautan palsu, malware pada perangkat, serta manipulasi dokumen digital. Jika tidak diantisipasi dengan baik, ancaman-ancaman ini dapat menyebabkan kerugian finansial dan kebocoran data pribadi.

Pilar Keamanan dari Ovo

Dalam keterangan tertulisnya, Ovo mengungkapkan bahwa mereka menerapkan tiga pilar utama dalam sistem keamanan mereka, yaitu perlindungan autentikasi pengguna, Fraud Detection System (FDS), dan pemanfaatan teknologi AI untuk mendeteksi berbagai bentuk ancaman siber. Pada aspek autentikasi, Ovo mengandalkan penggunaan PIN, OTP, serta fitur biometrik seperti sidik jari dan pengenalan wajah untuk memastikan bahwa akses akun hanya dilakukan oleh pemilik yang sah.

Selain itu, Fraud Detection System berfungsi secara otomatis untuk memantau aktivitas pengguna dan mendeteksi transaksi atau akses yang mencurigakan. Apabila ditemukan indikasi yang tidak biasa, sistem dapat meminta verifikasi tambahan atau menerapkan langkah-langkah pengamanan tertentu sesuai dengan tingkat risiko yang teridentifikasi.

Artikel Terkait