Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

Penurunan Harga Minyak ke US$95, Pasar Perhatikan Ketegangan AS-Iran

Harga minyak mengalami penurunan tipis menjadi US$95 per barel pada Kamis (3/9), seiring dengan meningkatnya ketidakpastian akibat konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas.

Rimba Amarta 03 September 2026 40 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Harga minyak turun tipis ke US$95 pada Kamis (3/9), investor mencermati ketidakpastian akibat kembali pecahnya serangan militer antara AS dan Iran. (Foto: IAN TIMBERLAKE / AFP)
Harga minyak turun tipis ke US$95 pada Kamis (3/9), investor mencermati ketidakpastian akibat kembali pecahnya serangan militer antara AS dan Iran. (Foto: IAN TIMBERLAKE / AFP)

Harga minyak mentah turun sedikit menjadi US$95 per barel pada hari Kamis, 3 September, di tengah perhatian investor terhadap ketidakpastian yang muncul akibat meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan ini berpotensi mengganggu pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Insiden terbaru ini merupakan baku tembak terbesar antara kedua negara sejak bulan Juli, sementara konflik tersebut telah berlangsung selama tujuh bulan.

Harga minyak mentah Brent berjangka tercatat turun sebesar 43 sen atau 0,45 persen menjadi US$95,20 per barel. Di sisi lain, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami penurunan sebesar 24 sen atau 0,26 persen, menjadi US$90,77 per barel. Sebelumnya, harga Brent dan WTI sempat mengalami fluktuasi, dengan masing-masing harga naik hingga US$2 per barel dan turun hingga US$1 per barel.

Perkembangan Terbaru di Selat Hormuz

Harga minyak kemudian melemah setelah muncul indikasi bahwa eskalasi konflik mungkin mulai mereda. Analis dari IG, Tony Sycamore, menyatakan, "Jika kondisi mereda, meski hal itu masih sangat bergantung pada perkembangan berikutnya, arus minyak yang keluar melalui Selat Hormuz menggunakan kapal yang menyamarkan identitasnya (dark ships) serta transfer minyak antarkapal (ship-to-ship transfers) kemungkinan segera kembali ke level yang terlihat pada akhir pekan lalu." Data awal dari perusahaan pelacak pelayaran Kpler menunjukkan bahwa hanya ada empat kapal pengangkut komoditas yang melintasi Selat Hormuz, jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata 10 hari terakhir yang mencapai sekitar 13 kapal.

Iran juga telah menambah daftar kapal yang dianggap melanggar aturan, dengan ancaman denda, penyitaan, atau penahanan bagi kapal-kapal yang mencoba melintasi selat tersebut. Sementara itu, pada hari Selasa, Amerika Serikat melaporkan bahwa 17 juta barel minyak telah melintasi Selat Hormuz pada hari Senin, yang merupakan jumlah tertinggi sejak dimulainya konflik AS-Israel terhadap Iran.

Pernyataan Presiden AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kampanye militer terbaru terhadap Iran tidak akan berlangsung 'terlalu lama'. Ia juga mengungkapkan bahwa pasukan AS telah menargetkan sistem radar dan rudal Iran, dengan pernyataan, "Kami menghancurkan seluruh peralatan baru yang mereka coba bangun di sepanjang Selat Hormuz, sebagian untuk pertahanan, sebagian untuk menyerang... Itu merupakan serangan yang sangat besar tadi malam, dan kami siap melakukan serangan berikutnya kapan pun kami mau."

Artikel Terkait