Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Penutupan Sementara Bandara Soekarno-Hatta Akibat Erupsi Anak Krakatau

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara karena terdeteksi adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Penutupan ini berdampak pada banyak penerbangan domestik dan intern...

Rimba Amarta 06 September 2026 51 pembaca jpnn.com jpnn.com
Imbas Erupsi Anak Krakatau, Bandara Soetta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik
Imbas Erupsi Anak Krakatau, Bandara Soetta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dari Kementerian Perhubungan telah mengambil langkah untuk menutup sementara operasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Penutupan ini dilakukan setelah terdeteksi adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mempengaruhi ruang udara bandara.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, keputusan ini diambil berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada Minggu, 6 September 2026, antara pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB, yang menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara. "Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut hasil paper test," ujarnya di Jakarta pada hari yang sama.

Dampak Penutupan terhadap Penerbangan

Data monitoring pada 5 September 2026 pukul 22.00 WIB mencatat bahwa sebanyak 33 penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta terkena dampak dari penutupan ini. Untuk penerbangan internasional, terdapat 16 penerbangan yang dibatalkan, tujuh ditunda, dan lima dijadwalkan ulang. Rute yang terkena dampak termasuk penerbangan menuju dan dari Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

Sementara itu, pada penerbangan domestik, terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan, dengan rute yang terpengaruh termasuk penerbangan dari dan ke Lampung, serta menuju Denpasar dan Surabaya.

Langkah Pemulihan dan Keamanan Penerbangan

Ditjen Perhubungan Udara memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan pada 6 September 2026, mengingat adanya potensi dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, dan kapasitas terminal. "Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai," jelas Lukman.

Pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, dan BMKG terkait dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Ditjen Perhubungan Udara mengimbau masyarakat dan calon penumpang untuk memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangan mereka dan mengatur waktu perjalanan dengan mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan jadwal.

Ditjen Perhubungan Udara berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan situasi bersama pihak-pihak terkait dan akan segera memberikan informasi terbaru jika ada perubahan signifikan terhadap operasional penerbangan.

Artikel Terkait