Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Penyelidikan Mendalam Terhadap Penemuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jakarta Selatan

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki penemuan ratusan senjata api dan narkoba di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan. Ia menekankan pentingnya...

Rimba Amarta 08 August 2026 54 pembaca jpnn.com jpnn.com
Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel, Sahroni: Jangan Sampai Ada Jaringan Besar
Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel, Sahroni: Jangan Sampai Ada Jaringan Besar

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyerukan agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh terkait penemuan ratusan senjata api, amunisi, dan narkoba di sebuah sekolah swasta yang berlokasi di Jakarta Selatan. Politikus dari Partai NasDem ini menekankan bahwa Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), serta instansi terkait lainnya harus menyelidiki seluruh aspek dari kasus ini, termasuk asal-usul kepemilikan senjata yang jumlahnya mencapai 995 pucuk.

"Polri, BIN, dan instansi terkait harus mengusut tuntas temuan ini," ungkap Sahroni dalam pernyataan tertulisnya pada Jumat (7/8). Ia menambahkan bahwa penyimpanan hampir seribu senjata api bukanlah hal yang biasa, sehingga penyidik perlu menyelidiki lebih dalam mengenai motif di balik kepemilikan barang-barang tersebut.

Pentingnya Menelusuri Jaringan Kriminal

Sahroni juga meminta agar aparat penegak hukum menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan kriminal atau kelompok terorisme. Ia menekankan bahwa penting untuk mengungkap sumber perolehan senjata, jalur distribusi, serta tujuan penyimpanannya. "Harus dilacak dari mana hampir seribu senjata ini berasal, bagaimana bisa diperoleh, dan untuk tujuan apa disimpan," jelasnya.

Ia menilai bahwa kecil kemungkinan penyimpanan senjata dalam jumlah besar dilakukan oleh satu individu. Oleh karena itu, Sahroni mendesak penyidik untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. "Khawatir ini bukan perbuatan individu semata, melainkan bagian dari jaringan yang lebih besar yang bisa mengancam keamanan nasional. Maka harus dibongkar sampai ke akar agar tidak menimbulkan ancaman yang lebih serius di kemudian hari," tuturnya.

Kasus Terungkap Melalui Sengketa Yayasan

Kasus ini terungkap setelah terjadi sengketa dalam kepengurusan yayasan sekolah. Pihak yayasan sebelumnya memberhentikan seorang individu berinisial IWD yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dana. Perselisihan ini kemudian berujung pada pembongkaran sejumlah ruangan yang terkunci.

Kuasa hukum yayasan menjelaskan bahwa penemuan pertama terjadi pada 10 Juli 2026, di mana ditemukan 995 pucuk senjata api, amunisi, serta berbagai aksesori senjata. Selanjutnya, pada Rabu (5/8), pihak sekolah kembali menemukan sejumlah senjata, narkotika jenis ganja dan sabu, serta keping VCD bermuatan pornografi. Semua temuan tersebut telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk ditindaklanjuti.

Artikel Terkait