Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

Perbaikan Data Sosial dan Ekonomi untuk Penguatan Program Bansos

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang melakukan perbaikan terhadap Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan akurasi penerima bantua...

Aruna Sasmita 29 August 2026 67 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mengungkapkan perbaikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional untuk akurasi program perlindungan sosial dan subsidi. (FOTO:CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mengungkapkan perbaikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional untuk akurasi program perlindungan sosial dan subsidi. (FOTO:CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).

Jakarta, CNN Indonesia -- Mukhamad Misbakhun, selaku Ketua Komisi XI DPR RI, menginformasikan bahwa pemerintah sedang berupaya memperbaiki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini mencakup pengukuran ulang parameter yang digunakan untuk menentukan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Misbakhun sebagai respons terhadap kritik yang muncul mengenai akurasi data desil yang menjadi dasar penentuan penerima berbagai program perlindungan sosial.

“Pemerintah kan ingin memperbaiki dengan DTSEN. Dari DTSEN itu nanti perbaikan-perbaikan itu akan dilakukan dan parameter-parameter sedang diukur ulang supaya lebih mengenal, lebih tepat,” ujar Misbakhun di Jakarta Selatan, pada hari Kamis (27/8).

Pentingnya Pembenahan Data untuk Kebijakan Sosial

Menurut Misbakhun, perbaikan data sangat diperlukan agar kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan subsidi, perlindungan sosial, dan bantuan sosial (bansos), dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah melaksanakan sensus ekonomi dengan lebih mendetail, termasuk melakukan kalibrasi ulang terhadap baseline Produk Domestik Bruto (PDB).

“Makanya, sekarang pemerintah sangat detail dalam hal melakukan sensus ekonomi. Itu yang sedang dijalankan, termasuk baseline PDB-nya sedang dikalibrasi ulang,” katanya.

Menjaga Ketepatan Penerima Bantuan Sosial

Misbakhun menekankan bahwa data desil menjadi fokus perhatian karena selama ini digunakan sebagai salah satu tolok ukur untuk menentukan masyarakat yang berhak menerima perlindungan sosial. Ketepatan data ini sangat penting agar anggaran negara yang dialokasikan untuk program perlindungan sosial tidak salah sasaran.

“Nah, ini yang sedang kita perbaiki bersama. Jangan sampai kemudian negara sudah menggelontorkan uang yang nilainya sampai ribuan triliun itu kemudian tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah akan terus menyempurnakan DTSEN sebagai salah satu dasar dalam penyaluran subsidi dan bantuan sosial. Purbaya menjelaskan bahwa perbaikan ini bertujuan agar DTSEN dapat menjadi sumber data utama pemerintah dalam merancang dan mengevaluasi program pembangunan.

“Pemerintah akan terus menyempurnakan DTSEN sebagai sumber utama untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi agar program pembangunan lebih tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel,” kata Purbaya dalam Rapat Paripurna Tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks DPR RI, Jakarta, pada hari Kamis (27/8).

Artikel Terkait