Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

Perbaikan Data Sosial dan Ekonomi untuk Penguatan Program Bansos

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang melakukan perbaikan terhadap Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan akurasi penerima bantua...

Aruna Sasmita 29 August 2026 46 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mengungkapkan perbaikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional untuk akurasi program perlindungan sosial dan subsidi. (FOTO:CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mengungkapkan perbaikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional untuk akurasi program perlindungan sosial dan subsidi. (FOTO:CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).

Jakarta, CNN Indonesia -- Mukhamad Misbakhun, selaku Ketua Komisi XI DPR RI, menginformasikan bahwa pemerintah sedang berupaya memperbaiki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini mencakup pengukuran ulang parameter yang digunakan untuk menentukan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Misbakhun sebagai respons terhadap kritik yang muncul mengenai akurasi data desil yang menjadi dasar penentuan penerima berbagai program perlindungan sosial.

“Pemerintah kan ingin memperbaiki dengan DTSEN. Dari DTSEN itu nanti perbaikan-perbaikan itu akan dilakukan dan parameter-parameter sedang diukur ulang supaya lebih mengenal, lebih tepat,” ujar Misbakhun di Jakarta Selatan, pada hari Kamis (27/8).

Pentingnya Pembenahan Data untuk Kebijakan Sosial

Menurut Misbakhun, perbaikan data sangat diperlukan agar kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan subsidi, perlindungan sosial, dan bantuan sosial (bansos), dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah melaksanakan sensus ekonomi dengan lebih mendetail, termasuk melakukan kalibrasi ulang terhadap baseline Produk Domestik Bruto (PDB).

“Makanya, sekarang pemerintah sangat detail dalam hal melakukan sensus ekonomi. Itu yang sedang dijalankan, termasuk baseline PDB-nya sedang dikalibrasi ulang,” katanya.

Menjaga Ketepatan Penerima Bantuan Sosial

Misbakhun menekankan bahwa data desil menjadi fokus perhatian karena selama ini digunakan sebagai salah satu tolok ukur untuk menentukan masyarakat yang berhak menerima perlindungan sosial. Ketepatan data ini sangat penting agar anggaran negara yang dialokasikan untuk program perlindungan sosial tidak salah sasaran.

“Nah, ini yang sedang kita perbaiki bersama. Jangan sampai kemudian negara sudah menggelontorkan uang yang nilainya sampai ribuan triliun itu kemudian tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah akan terus menyempurnakan DTSEN sebagai salah satu dasar dalam penyaluran subsidi dan bantuan sosial. Purbaya menjelaskan bahwa perbaikan ini bertujuan agar DTSEN dapat menjadi sumber data utama pemerintah dalam merancang dan mengevaluasi program pembangunan.

“Pemerintah akan terus menyempurnakan DTSEN sebagai sumber utama untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi agar program pembangunan lebih tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel,” kata Purbaya dalam Rapat Paripurna Tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Kompleks DPR RI, Jakarta, pada hari Kamis (27/8).

Artikel Terkait