Chusnul Chotimah, seorang pegiat media sosial, membandingkan sikap Presiden ke-7 Jokowi dengan kader PDIP Ganjar Pranowo menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Dalam pandangannya, Ganjar menunjukkan perhatian yang lebih besar terhadap isu-isu rakyat saat ini.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pencalonannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, Ganjar menjawab, “Ngapain kita ngurusi saya maju lagi? Kenapa kita tidak untuk menyelesaikan persoalan rakyat hari ini?” Chusnul menilai bahwa meskipun Ganjar merupakan kandidat yang kalah di Pilpres 2024, ia tetap memikirkan kepentingan rakyat, bukan dirinya atau partainya.
Perbedaan Pendekatan antara Politisi
Chusnul juga mengkritik Jokowi yang dinilai sibuk berkeliling Indonesia untuk mengampanyekan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia mengatakan, “Ada kemarin menang pemilih, sekarang sudah sibuk keliling Indonesia kampanye partai anaknya.” Menurutnya, perbedaan ini mencerminkan karakter masing-masing politisi, di mana Ganjar dianggap sebagai politisi pejuang yang peduli pada rakyat, sementara Jokowi dianggap lebih mementingkan kepentingan keluarganya.
Jokowi Siap Dukung PSI
Dalam kesempatan lain, Jokowi menyatakan kesiapannya untuk melakukan segala upaya demi kemenangan PSI di Pemilu 2029. Pernyataan ini disampaikan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang berlangsung di Claro Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan. Jokowi menekankan pentingnya memiliki kader dan pengurus yang militan sebagai modal untuk meraih kemenangan.
“Kita perlu jajaran pengurus yang militan,” ungkap Jokowi, yang disambut dengan sorakan dari para kader. Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja keras demi PSI, dengan harapan pengurus juga melakukan hal yang sama. “Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, sayapun akan bekerja keras untuk PSI,” tambahnya, diiringi tepuk tangan meriah dari hadirin.
Jokowi juga menekankan pentingnya memperkuat struktur partai hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan RT/RW. Ia berpendapat bahwa struktur yang kokoh adalah kunci untuk mencapai target besar PSI. “Bolak-balik saya sampaikan, perkuat bangun struktur sampai ke kecamatan, sampai ke desa, sampai ke RT RW,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan kesiapannya untuk mengunjungi 34 provinsi di Indonesia, bahkan di tingkat kecamatan jika diperlukan. “Kalau diperlukan, saya pasti datang. Saya masih sanggup,” tuturnya.