Ancaman Balasan Keras dan Perlindungan Kawasan Suci
Pemerintah Arab Saudi melayangkan peringatan keras kepada kelompok milisi Houthi agar menghentikan seluruh serangan terhadap Kota Suci Makkah dan Madinah, jaringan bandara udara, serta berbagai fasilitas sipil lainnya. Riyadh menegaskan bahwa militer Kerajaan Saudi tidak akan ragu melancarkan serangan balasan yang sangat keras apabila kelompok tersebut masih melancarkan agresinya.
Sikap tegas tersebut diumumkan secara resmi dalam sidang Kabinet Arab Saudi pada Selasa (13/10/2026). Dalam pernyataan resminya, kabinet menegaskan komitmen penuh untuk tidak mentoleransi segala bentuk ancaman terhadap stabilitas keamanan kawasan maupun kebebasan navigasi pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab Al Mandab.
"(Houthi) Akan menanggung akibat dari kejahatan dan serangan keji yang dilakukannya secara berulang," bunyi pernyataan resmi kabinet sebagaimana dirilis kantor berita pemerintah, Saudi Press Agency (SPA).
Apresiasi Sikap Internasional dan Misi Koalisi Yaman
Dalam kesempatan tersebut, Kabinet Arab Saudi turut mengapresiasi dukungan dari berbagai negara sahabat dan organisasi internasional yang mengecam rangkaian serangan milisi yang disokong oleh Iran tersebut.
Selain itu, kabinet memberikan apresiasi tinggi terhadap rangkaian operasi militer yang dijalankan oleh koalisi pendukung pemerintahan Yaman yang sah. Operasi militer tersebut ditegaskan bertujuan untuk menetralisasi ancaman Houthi terhadap keselamatan rakyat Yaman, memelihara stabilitas dan perdamaian internasional, serta melindungi jalur perdagangan dan rantai pasok logistik global dari gangguan keamanan.
Ketangguhan Sistem Energi Pasca-Pemulihan Pipa Timur-Barat
Di sektor strategis, Kabinet Arab Saudi menyambut baik keberhasilan pemulihan aliran minyak mentah melalui jaringan pipa Timur-Barat (East-West pipeline). Penanganan cepat terhadap pemulihan infrastruktur tersebut menjadi bukti ketangguhan sistem energi nasional Arab Saudi serta kesiapsiagaan operasional dalam mengantisipasi situasi darurat.
Langkah responsif ini juga sekaligus memastikan keberlanjutan dan keandalan pasokan energi minyak dari Kerajaan Arab Saudi ke pasar internasional tetap terjamin tanpa kendala berarti.