JAKARTA — Pernyataan yang diungkapkan oleh Guru Besar dari St. Petersburg State University, Connie Rahakundini Bakrie, kembali menjadi perhatian publik setelah Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan kemungkinan adanya "percepatan" sebelum tahun 2029. Ucapan Budi Arie dalam sebuah forum bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) memunculkan berbagai interpretasi, termasuk spekulasi mengenai perubahan politik yang mungkin terjadi sebelum masa pemerintahan saat ini berakhir.
Di tengah perdebatan tersebut, pernyataan lama Connie kembali viral di media sosial. Dalam pernyataannya, Connie mengungkapkan spekulasi mengenai masa kepemimpinan Prabowo Subianto dan kemungkinan Gibran Rakabuming Raka menggantikan posisi tersebut. Ia mempertanyakan berapa lama Prabowo akan menjabat sebagai Presiden, dan menyebutkan skenario di mana Prabowo akan menjabat selama dua tahun, sebelum Gibran mengambil alih selama tiga tahun berikutnya. “Emang Pak Prabowo ini bakal jadi presiden berapa lama? Jadi rencananya dua tahun,” ungkap Connie.
Polemik dan Spekulasi Masa Jabatan
Pernyataan Connie tersebut kembali menjadi perbincangan setelah istilah "percepatan" yang diungkapkan Budi Arie muncul. Namun, Budi Arie tidak secara jelas menyebutkan bahwa "percepatan" yang dimaksud berkaitan dengan pergantian Presiden Prabowo oleh Gibran. Dalam pernyataannya, Connie juga mengemukakan kekhawatirannya mengenai kemungkinan Prabowo tidak menyelesaikan masa jabatannya. “Lu yakin Prabowo dibiarkan hidup oleh Jokowi dua tahun? Kalau saya jadi Gibran atau jadi Pak Jokowi, saya matiin besok,” tegasnya.
Connie mengaitkan pandangannya dengan perjalanan politik Jokowi sebelum menjabat sebagai Presiden. Ia mempertanyakan kemungkinan adanya pengkhianatan politik terhadap Prabowo, “Apa bedanya dia bisa bunuh Pak Prabowo di tengah jalan, makanya statement saya kan jadi kuat,” tambahnya. Ia juga menyatakan bahwa Prabowo "digunakan" dalam konfigurasi politik saat ini, dan menegaskan bahwa Gibran menjadi beban dalam situasi tersebut.
Insting Perubahan Sebelum 2029
Budi Arie, dalam kesempatan tersebut, juga menyampaikan bahwa ia merasa ada kemungkinan terjadinya perubahan lebih cepat dari yang diperkirakan. Ia meminta agar hal ini diperhitungkan, meskipun tidak semua pihak mungkin menginginkan perubahan tersebut. “Saya ingin sampaikan, dan saya sudah diizinkan Pak Jokowi. Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?” ujarnya.
Budi Arie kemudian menekankan pentingnya kesiapan menghadapi kemungkinan perubahan sebelum tahun yang selama ini menjadi acuan. Ia mengaitkan pandangannya dengan dinamika sosial yang terjadi, termasuk aksi demonstrasi yang menunjukkan adanya ketidaknormalan dalam masyarakat. “Jangan, maksud saya begini loh, saya pengalaman dengan gerak sejarah, ini adalah yang abnormal di masyarakat saat ini,” jelasnya.
Pernyataan Budi Arie memicu berbagai interpretasi setelah potongannya beredar di ruang publik. Mantan Ketua Umum PKN Anas Urbaningrum juga memberikan tanggapannya, menganggap bahwa substansi pembicaraan Budi Arie merupakan hal yang umum dibahas oleh para pengamat dan politisi, namun kehadiran Jokowi dalam forum tersebut membuat pernyataan itu lebih menarik untuk ditafsirkan.
Anas memilih untuk membiarkan publik menafsirkan pernyataan tersebut sesuai pandangan masing-masing. “Monggo ditafsirkan sendiri. Bebas,” tuturnya.