PT Pertamina Patra Niaga mengeluarkan pernyataan mengenai kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) TAC 34.161.13 yang terletak di Cilendek, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Minggu pagi, 9 Agustus. Menurut Pjs. Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Arya Yusa Dwicandra, insiden ini berlangsung sekitar pukul 06.50 WIB saat sebuah kendaraan sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Arya menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, percikan api diduga berasal dari kendaraan yang sedang mengisi BBM, yang kemudian menyebabkan kebakaran dan berdampak pada area pengisian serta dua dispenser di SPBU tersebut. Tim SPBU segera melakukan penanganan awal menggunakan tujuh unit alat pemadam api ringan (APAR) dan dua unit alat pemadam api beroda (APAB). Aktivitas pengisian BBM di lokasi juga dihentikan sementara.
Respons Tim Pemadam Kebakaran
Setelah itu, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan lebih lanjut. Arya menyebutkan bahwa satu unit kendaraan mengalami kebakaran, tetapi tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini, area SPBU sedang dalam proses pembersihan pascakejadian, dan Pertamina masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab dan dampak dari insiden tersebut.
Komitmen Pertamina terhadap Keselamatan
Arya menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan adalah prioritas utama bagi Pertamina Patra Niaga dalam setiap kegiatan operasional di SPBU. Ia menyatakan bahwa evaluasi dan pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan bahwa semua standar Health, Safety, Security & Environment (HSSE) diterapkan secara konsisten. Untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat, Pertamina telah mengalihkan layanan ke beberapa SPBU terdekat, termasuk SPBU 33.16101 Semeru dan SPBU 34.16115 Veteran.
Arya juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Damkar, Babinsa, dan Babinmas Kota Bogor atas dukungan dan penanganan yang diberikan selama kejadian tersebut. Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan dalam operasionalnya.