Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

Perubahan Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional: Dari Nanik ke Sudaryono

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan alasan di balik pergantian kepala Badan Gizi Nasional, dari Nanik S Deyang kepada Sudaryono, terkait dengan kondisi kesehatan Nanik.

Dewa Raka 12 August 2026 72 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkap alasan di balik pergantian kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dari Nanik S Deyang kepada Sudaryono. (CNNIndonesia/Dani).
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkap alasan di balik pergantian kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dari Nanik S Deyang kepada Sudaryono. (CNNIndonesia/Dani).

Jakarta, CNN Indonesia -- Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, mengungkapkan latar belakang pergantian kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dari Nanik S Deyang ke Sudaryono. Ia menyatakan bahwa kondisi kesehatan Nanik yang menurun menjadi salah satu alasan utama untuk melakukan perubahan ini, terutama di tengah banyaknya tantangan yang harus dihadapi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Zulhas, sapaan akrabnya, kesehatan Nanik yang kurang baik dapat menghambat penyelesaian berbagai masalah terkait MBG. Oleh karena itu, ia menyarankan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memilih sosok yang lebih muda dan energik untuk memimpin BGN. "MBG kemarin Ibu Nanik (S Deyang) hebat, Ibu Nanik itu hebat. Tapi beliau saking kerja kerasnya sakit. (Saya bilang), 'Kalau sakit enggak akan selesai Pak Presiden, enggak akan selesai'. Dua bulan MBG enggak akan baik. Ibu Nanik tertekan, sakit emosional," ungkap Zulhas saat acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 di JB Tower, Jakarta, pada Rabu (12/8).

Pentingnya Pergantian untuk Efisiensi Program

Zulhas kemudian mengusulkan agar posisi kepala BGN diisi oleh individu yang lebih muda dan memiliki pengalaman dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menekankan bahwa pergantian ini penting agar berbagai permasalahan dalam MBG dapat ditangani dengan lebih cepat. "Saya minta ganti yang muda. (Saya bilang ke Presiden), 'kalau Bapak (Presiden) mau cepat selesai, yang muda'. (Dia jawab), 'oh gitu Pak?'. (Saya jawab), 'iya. lebih cepat lebih bagus. Yang penting mau diskusi mau diajak bicara'," jelasnya.

Ia juga menilai bahwa perubahan kepemimpinan sudah mulai menunjukkan hasil positif, dengan pelaksanaan MBG yang kini berjalan lebih baik. "Nah, sekarang agak lumayan, agak lumayan berjalan dengan baik," tambah Zulhas.

Pengunduran Diri Nanik dan Penunjukan Sudaryono

Nanik resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala BGN pada 22 Juli 2026, setelah hampir dua bulan memimpin lembaga tersebut sejak 8 Juni. Ia menyatakan bahwa keputusan ini diambil berkaitan dengan kesehatan dan perlunya menjalani pengobatan. Sebelum mengumumkan pengunduran dirinya, Nanik juga membagikan kondisi kesehatannya melalui akun Facebook, di mana ia menjelaskan adanya sumbatan pada arteri jantung yang disebabkan oleh kolesterol tinggi dan stres berat selama menjabat di BGN.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui," tulis Nanik. Meskipun tidak lagi menjabat, Nanik menyatakan bahwa ia masih diminta untuk ikut mengawasi BGN.

Setelah pengunduran Nanik, Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri pertanian, sebagai kepala BGN. Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 78/P 2026 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.

Artikel Terkait