PT PLN Batam menginformasikan bahwa pemulihan pasokan listrik di Pulau Batam dan Pulau Bintan, yang terletak di Kepulauan Riau, telah mencapai 100 persen pada Rabu (14/10). Pemulihan ini terjadi setelah adanya gangguan pada sistem kelistrikan yang berlangsung pada Senin (12/10).
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menjelaskan bahwa gangguan tersebut dimulai pada pukul 06.28 WIB di salah satu trafo di gardu induk Sei Harapan, Batam. “Gangguan berupa flashover atau loncatan listrik yang menimbulkan percikan api tersebut memicu hubungan arus pendek (short circuit). Pemutus arus atau circuit breaker (CB) seharusnya memutus aliran listrik ketika terjadi gangguan, tetapi ini tidak terjadi,” ujarnya di Batam, Minggu.
Akibat dari masalah ini, gangguan menyebar ke jaringan utama PLN Batam yang bertegangan 120 kilovolt (kV) dan menjalar ke wilayah Sagulung hingga ke pembangkit listrik di Tanjung Uncang. Pembangkit Tanjung Uncang mengalami gangguan, dan diikuti oleh pembangkit lain yang tidak dapat menggantikan pasokan daya dari pembangkit bertegangan 220 kV tersebut. “Kondisi tersebut menyebabkan sistem kelistrikan mengalami gangguan dan pada pukul 06.37 WIB semua pembangkit terlepas dari sistem kita,” tambah Kwin Fo.
Proses Pemulihan Listrik
PLN Batam mulai melakukan pemulihan secara bertahap sekitar pukul 08.00 WIB dengan upaya penormalan listrik di setiap gardu. “Pada Senin sekitar pukul 22.00 WIB, pasokan listrik di Batam telah pulih sekitar 69 persen. Pemulihan mencapai 100 persen di Batam sekitar pukul 01.00 WIB pada Selasa dini hari,” jelasnya.
Sementara itu, pemulihan pasokan listrik di Pulau Bintan berlangsung lebih lambat dibandingkan Batam. “Kami juga ingin minta maaf atas keterlambatan penormalan pasokan listrik ke Bintan, di mana baru kembali normal sepenuhnya pada Rabu dengan pemulihan mencapai 100 persen sekitar pukul 18.30 WIB,” ungkapnya.
Pemeriksaan Peralatan Setelah Pemulihan
Setelah sistem kelistrikan kembali normal, PLN Batam memastikan bahwa semua peralatan berfungsi sesuai standar dengan melakukan penyelidikan terhadap kronologi kejadian dan uji peralatan. Direktur Operasi PT PLN Batam, Dinda Alamsyah, menyatakan bahwa tim teknis PLN Batam bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kepri dan Bareskrim Mabes Polri melakukan uji fungsi peralatan di Gardu Induk Sei Harapan pada Jumat (16/10).
Sebelum melakukan pengujian, tim juga memeriksa riwayat pemeliharaan peralatan dan menguji sejumlah perangkat, termasuk CB 150 kilovolt (kV) yang berfungsi sebagai pemutus arus. “Hasil pengujian yang dilakukan oleh tim teknis, meliputi waktu kerja dan keserempakan peralatan, menunjukkan bahwa semua peralatan CB 150 kV berfungsi dengan normal,” kata Dinda.
Pengujian serupa juga dilakukan terhadap CB 20 kV, termasuk pemeriksaan keserempakan dan waktu kerja. Hasilnya menunjukkan bahwa peralatan tersebut juga berfungsi normal. Selain itu, tim menguji peralatan pendukung, termasuk baterai yang menyuplai daya arus searah (direct current/DC). “Seluruh peralatan yang diperiksa berfungsi normal sesuai dengan Standar PLN (SPLN) yang berlaku di Indonesia,” tambahnya. Kondisi ini juga terlihat saat proses penormalan sistem kelistrikan, di mana seluruh peralatan dapat beroperasi tanpa kendala.