BANDUNG - Acara lari nasional 'Pocari Run 2026' akan digelar di Kota Bandung selama dua hari, yaitu pada Sabtu dan Minggu, 19-20 September 2026. Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa selama penyelenggaraan event ini, tidak akan ada penutupan jalan yang dilakukan. Diperkirakan, lebih dari 15 ribu peserta dari berbagai daerah akan berpartisipasi dalam acara ini, yang terdiri dari dua kategori, yaitu 10K dan Half Marathon (HM) 21K.
Para pelari akan melewati beberapa jalur di pusat Kota Bandung, dengan waktu pelaksanaan lari dijadwalkan mulai pukul 03.00 WIB hingga 07.00 WIB. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa pihaknya telah mempelajari penyelenggaraan tahun lalu yang banyak menuai protes dari pengguna jalan akibat kemacetan yang ditimbulkan. Penutupan sejumlah jalan untuk acara lari menyebabkan pengendara harus mencari rute alternatif.
Tidak Ada Penutupan Jalan
Farhan menegaskan bahwa tahun ini, tidak akan ada penutupan jalan sama sekali. "Petugas kepolisian hanya akan melakukan rekayasa arus lalu lintas dan buka tutup jalan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun ada dampak positif bagi perekonomian, khususnya sektor pariwisata, tetap ada tantangan dalam pengalihan arus lalu lintas tanpa penutupan jalan. "Dampaknya ini ada positif dan negatif. Positifnya ke perekonomian, khususnya wisata, berjalan dengan baik, tetapi negatifnya tentu pengalihan," jelasnya.
Farhan juga mengungkapkan bahwa pihak kepolisian akan mengatur lalu lintas dengan ketat, termasuk saat lampu merah, semua kendaraan diharapkan berhenti. "Pengaturan diserahkan sepenuhnya kepada polisi," tegasnya.
Dukungan Dinas Perhubungan dan Fasilitas Ibadah
Dinas Perhubungan (Dishub) akan berperan aktif dalam mengatur lalu lintas di titik-titik keramaian, seperti lokasi cheering point, untuk mencegah kepadatan kendaraan. "Kami dari Pemkot Bandung akan melakukan backup. Dinas Perhubungan akan mendampingi kepolisian untuk pengaturan kendaraan dan arus lalu lintas," tambah Farhan.
Selain itu, untuk menjaga kebersihan selama acara, Farhan menyatakan bahwa tanggung jawab kebersihan akan dipegang sepenuhnya oleh Pemkot, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan seluruh petugas kebersihan di area yang dilalui. "Sementara untuk keamanan, sejak malam sebelumnya Dinas Perhubungan dan Satpol PP akan melakukan patroli di wilayah-wilayah tersebut," ujarnya.
Bagi para pelari yang beragama Islam, tempat untuk Salat Subuh akan disediakan di Masjid Al Ukhuwah yang terletak di depan Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana. "Semua salat Subuh dikonsentrasikan di Masjid Al-Ukhuwah di Jalan Wastukencana. Sedangkan untuk yang lari hari Minggu, tempat shalat akan disediakan mulai dari Cikapayang sampai ke Cicadas," pungkasnya.