Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Polda NTT Kerahkan Ratusan Personel untuk Tangani Dampak Gempa di Flores

Polda Nusa Tenggara Timur bersama Polres setempat mengerahkan 845 personel untuk menangani bencana gempa yang melanda Flores pada Sabtu (15/8). Upaya ini melibatkan berbagai instansi untuk memberikan...

Arya Yudhistira 16 August 2026 56 pembaca jpnn.com jpnn.com
Polda NTT dan Jajaran Kerahkan 845 Personel ke Wilayah Terdampak Gempa Flores
Polda NTT dan Jajaran Kerahkan 845 Personel ke Wilayah Terdampak Gempa Flores

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama dengan jajaran Polres telah mengambil langkah cepat dalam menangani bencana alam gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada hari Sabtu, 15 Agustus. Sebanyak 845 anggota Polri dikerahkan untuk mendukung penanganan bencana ini, yang terdiri dari 168 personel dari Polda NTT dan 677 personel dari Polres setempat. Selain itu, sebanyak 821 personel dari berbagai instansi terkait juga dilibatkan dalam penanganan di lapangan.

Kombes Henry Novika Chandra, Kabidhumas Polda NTT, menyatakan bahwa pelibatan personel tersebut merupakan respons cepat Polri untuk membantu masyarakat yang terkena dampak gempa. "Polda NTT bersama Polres jajaran mengerahkan personel untuk membantu penanganan bencana, khususnya dalam mendukung evakuasi, pelayanan kepada masyarakat dan berbagai kebutuhan penanganan di wilayah terdampak," ungkap Henry.

Distribusi Personel di Wilayah Terdampak

Dari total 677 personel Polres yang dikerahkan, Polres Ende menjadi yang terbesar dengan 182 personel, diikuti oleh Polres Manggarai Timur dengan 150 personel dan Polres Manggarai sebanyak 100 personel. Selain itu, Polres Nagekeo mengerahkan 80 personel, Polres Sikka 75 personel, Polres Ngada 70 personel, dan Polres Manggarai Barat sebanyak 72 personel. Henry menjelaskan bahwa pengerahan ini bertujuan untuk memperkuat penanganan di daerah yang terdampak gempa dan memastikan masyarakat menerima bantuan dengan cepat.

Kerjasama Lintas Instansi untuk Penanganan Bencana

Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung koordinasi dengan pemerintah daerah dan semua pihak terkait dalam penanganan bencana. Selain kekuatan Polri, penanganan bencana juga melibatkan 821 personel dari instansi terkait. Kerjasama antarinstansi ini menjadi sangat penting untuk mempercepat proses penanganan, mengingat dampak gempa yang meluas di sejumlah wilayah di Flores.

Henry menegaskan bahwa Polda NTT dan Polres jajaran terus memantau perkembangan situasi di daerah terdampak. Personel diarahkan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap langkah penanganan. “Prinsipnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri bersama seluruh instansi terkait akan terus bergerak dan berkoordinasi untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan pelayanan yang dibutuhkan,” tegasnya.

Pengerahan ratusan personel ini merupakan bagian dari upaya terpadu dalam menghadapi dampak gempa di Flores. Dengan dukungan dari Polda NTT, Polres jajaran, dan instansi terkait, diharapkan penanganan dapat berlangsung dengan cepat, terkoordinasi, dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah yang terdampak.

Artikel Terkait