Presiden Prabowo Subianto mengajak perusahaan-perusahaan asal Rusia untuk berpartisipasi dalam pengembangan 138 blok eksplorasi energi yang telah dibuka di Indonesia. Dalam pernyataannya di Eastern Economic Forum (EEF) yang berlangsung di Vladivostok, Rusia, pada hari Kamis (4/9), Prabowo menyampaikan, "Kami baru saja menyampaikan informasi kepada mitra-mitra Rusia bahwa Indonesia kini telah membuka 138 blok eksplorasi energi, dan kami mengundang kelompok-kelompok Rusia, perusahaan-perusahaan Rusia, beserta teknologi mereka untuk terlibat di 138 blok tersebut."
Kerja Sama di Sektor Energi
Selain mengundang investasi, Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai kelompok dari Rusia untuk mengembangkan proyek-proyek energi bersama, termasuk pembangunan kilang dan terminal penyimpanan. "Saya kira kami mempertimbangkan semua prospek. Kami berdiskusi mengenai kerja sama dengan kelompok-kelompok Rusia untuk mengembangkan proyek-proyek bersama, seperti kilang dan terminal penyimpanan di bidang energi," tambahnya.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki cadangan LNG yang cukup, sehingga dalam beberapa sektor, kebutuhan pasokan gas dari Rusia tidak terlalu mendesak. Namun, ia menekankan bahwa Indonesia tetap terbuka untuk memanfaatkan teknologi yang dimiliki Rusia serta menjajaki pengembangan proyek bersama.
Proyek Lain yang Sedang Berlangsung
Selain eksplorasi energi, Prabowo juga menyebutkan bahwa kerjasama antara Indonesia dan Rusia berkembang di sektor produksi pupuk dan pengolahan pertambangan. Ia mengungkapkan bahwa nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani antara perusahaan pupuk Indonesia dan salah satu konglomerat terbesar di Rusia untuk berinvestasi dalam proyek produksi pupuk berbasis gas di Timur Jauh Rusia. "Jadi, proyek-proyek ini berjalan sangat baik dan sudah berkembang cukup jauh," ujarnya.
Dalam sektor pengolahan pertambangan, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia bekerja sama dengan Rusal, perusahaan aluminium dari Rusia. Rusal berencana untuk masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama dengan perusahaan-perusahaan lokal. "Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok-kelompok Indonesia," ungkapnya.
Prabowo menambahkan bahwa Indonesia masih membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang. "Jadi, kami masih menantikan semakin banyak kerja sama bersama antara Rusia dan Indonesia," tutupnya.