Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, kembali mengangkat isu kontroversial terkait dugaan adanya kesepakatan politik rahasia antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjelang Pemilihan Presiden 2024. Isu ini menyebutkan bahwa Prabowo hanya akan memimpin selama dua tahun sebelum menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Namun, Lukas menilai bahwa pada saat dua tahun pemerintahan saat ini, Prabowo tidak memenuhi dugaan kesepakatan tersebut. Alih-alih mundur untuk memberi jalan kepada Gibran, Prabowo justru memperkuat posisinya dan telah mendapatkan dukungan resmi dari koalisi partai politik untuk kembali mencalonkan diri dalam Pilpres 2029. Lukas membahas fenomena ini saat menjadi narasumber dalam program di kanal YouTube Forum Keadilan TV.
Kesepakatan yang Menguap
"Konon urban legend bahwa ada deal antara Prabowo dan Jokowi nanti Prabowo hanya 2 tahun which is Oktober ini itu ditaati oleh Prabowo, kan enggak, ternyata kan Prabowo malah sudah berencana tahun 2029 bahkan sudah menggalang kan," ungkapnya dalam tayangan tersebut.
Lukas berpendapat bahwa komitmen politik yang terjadi dalam ruang gelap menjelang pemilu sebenarnya hanyalah strategi sementara dari para elit untuk memenuhi ambisi kekuasaan. "Itu kan deal orang yang lagi ada maunya waktu itu ya ini aku pengen jadi presiden enggak apa-apa lah, oke," tambahnya.
Perbandingan dengan Sejarah Politik
Lebih lanjut, Lukas membandingkan situasi ini dengan Perjanjian Batu Tulis yang terjadi pada 16 Mei 2009 antara Prabowo dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Saat itu, Megawati berjanji untuk mendukung pencalonan Prabowo dalam Pemilu 2014, namun PDI Perjuangan pada akhirnya justru mengusung Jokowi yang berhasil menjadi presiden.
Lukas menekankan bahwa publik tidak perlu terkejut jika janji-janji politik antara tokoh nasional sering kali tidak terwujud seiring berjalannya waktu. "Kan banyak deal kayak gitu batu tulis antara Megawati dengan Prabowo juga deal politik itu seperti janji surga enggak pernah akan diwujudkan," tegasnya.
Isu mengenai kesepakatan jabatan dua tahun Prabowo pertama kali diungkap oleh pengamat militer dan intelijen, Connie Rahakundini Bakrie, yang mengklaim mendapatkan informasi tersebut dari mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani. Namun, Rosan telah membantah pernyataan Connie dan menegaskan bahwa spekulasi mengenai masa jabatan serta kondisi kesehatan Prabowo sebenarnya berasal dari Connie sendiri dalam pertemuan mereka.