Update
Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 Gubernur Pramono Tegaskan Penindakan Terhadap Jual Beli Kartu Transportasi Gratis Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Mahasiswa DKV Ubaya Ubah Sampul Buku Bekas Menjadi Karya Seni Ikonik dalam Perayaan Hari Buku Nasional Inovasi FLACS: Teknologi Laser yang Meningkatkan Akurasi Operasi Katarak Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Soeharto, IMF, dan Pelajaran bagi Indonesia Hari Ini: Ketika Kedaulatan Ekonomi Jadi Sorotan Publik Di Tengah Gelombang Kritik dan Provokasi, Pemerintah Terus Jalankan Program untuk Rakyat BEM Nusantara DIY Gelar Ruang Perempuan dalam Peringatan Hari Buku Nasional 2026 Gubernur Pramono Tegaskan Penindakan Terhadap Jual Beli Kartu Transportasi Gratis Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Mahasiswa DKV Ubaya Ubah Sampul Buku Bekas Menjadi Karya Seni Ikonik dalam Perayaan Hari Buku Nasional Inovasi FLACS: Teknologi Laser yang Meningkatkan Akurasi Operasi Katarak
News

Prabowo Soroti Masalah Birokrasi yang Menghambat Usaha

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penertiban birokrasi untuk mendukung iklim usaha yang lebih baik di Indonesia. Ia mengkritik proses perizinan yang berbelit dan menyarankan agar menteri...

Lare Ayu 20 May 2026 10 pembaca liputan6.com liputan6.com
Prabowo Soroti Masalah Birokrasi yang Menghambat Usaha
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh menteri untuk menertibkan birokrasi yang masih menghambat perkembangan usaha di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengusaha tidak seharusnya dipersulit dengan perizinan yang rumit dan aturan tambahan yang muncul di tingkat bawah.

“Saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah,” tegas Prabowo saat memberikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Pentingnya Perbaikan Institusi

Prabowo berpendapat bahwa pemerintah perlu melakukan perbaikan menyeluruh terhadap institusi agar iklim usaha di Indonesia dapat ditingkatkan. Ia menilai bahwa pengusaha sering kali mengalami gangguan dan kesulitan dalam menjalankan usaha mereka.

“Jangan pengusaha diperas terus, jangan pengusaha diganggu,” ujarnya dengan tegas.

Kritik terhadap Proses Perizinan

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti lamanya proses perizinan usaha di Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain. Ia memberikan contoh Malaysia yang mampu menyelesaikan izin usaha dalam waktu hanya dua minggu.

“Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam dua minggu, kenapa kita izinnya dua tahun. Memalukan,” ungkapnya.

Prabowo melanjutkan kritiknya terhadap kebiasaan birokrasi yang sering kali menciptakan aturan tambahan di luar instruksi dari pemerintah pusat. Ia menyatakan bahwa perintah dari presiden dan menteri sering kali diolah kembali menjadi aturan teknis baru di tingkat bawah.

“Kita jangan banyak inisiatif. Sudah perintah presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi. Peraturan menteri lah, peraturan teknis lah, rekomendasi lah, akal-akalnya itu,” kata Prabowo.

Di akhir pidatonya, Prabowo juga menyinggung pengalaman panjang para birokrat yang sering kali lebih memahami pola administrasi dibandingkan dengan pejabat politik yang berganti setiap beberapa tahun.

“Ciri khas birokrat adalah dia akan datang minta tanda tangan pada waktu 17.30 sore. Kamu sudah capek. Saat kamu capek, dia datang minta tanda tangan,” ujarnya, yang disambut tawa dari hadirin.

Artikel Terkait