Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

Prabowo Soroti Masalah Birokrasi yang Menghambat Usaha

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penertiban birokrasi untuk mendukung iklim usaha yang lebih baik di Indonesia. Ia mengkritik proses perizinan yang berbelit dan menyarankan agar menteri...

Lare Ayu 20 May 2026 62 pembaca liputan6.com liputan6.com
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh menteri untuk menertibkan birokrasi yang masih menghambat perkembangan usaha di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengusaha tidak seharusnya dipersulit dengan perizinan yang rumit dan aturan tambahan yang muncul di tingkat bawah.

“Saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah,” tegas Prabowo saat memberikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Pentingnya Perbaikan Institusi

Prabowo berpendapat bahwa pemerintah perlu melakukan perbaikan menyeluruh terhadap institusi agar iklim usaha di Indonesia dapat ditingkatkan. Ia menilai bahwa pengusaha sering kali mengalami gangguan dan kesulitan dalam menjalankan usaha mereka.

“Jangan pengusaha diperas terus, jangan pengusaha diganggu,” ujarnya dengan tegas.

Kritik terhadap Proses Perizinan

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti lamanya proses perizinan usaha di Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain. Ia memberikan contoh Malaysia yang mampu menyelesaikan izin usaha dalam waktu hanya dua minggu.

“Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam dua minggu, kenapa kita izinnya dua tahun. Memalukan,” ungkapnya.

Prabowo melanjutkan kritiknya terhadap kebiasaan birokrasi yang sering kali menciptakan aturan tambahan di luar instruksi dari pemerintah pusat. Ia menyatakan bahwa perintah dari presiden dan menteri sering kali diolah kembali menjadi aturan teknis baru di tingkat bawah.

“Kita jangan banyak inisiatif. Sudah perintah presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi. Peraturan menteri lah, peraturan teknis lah, rekomendasi lah, akal-akalnya itu,” kata Prabowo.

Di akhir pidatonya, Prabowo juga menyinggung pengalaman panjang para birokrat yang sering kali lebih memahami pola administrasi dibandingkan dengan pejabat politik yang berganti setiap beberapa tahun.

“Ciri khas birokrat adalah dia akan datang minta tanda tangan pada waktu 17.30 sore. Kamu sudah capek. Saat kamu capek, dia datang minta tanda tangan,” ujarnya, yang disambut tawa dari hadirin.

Artikel Terkait