Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh menteri untuk menertibkan birokrasi yang masih menghambat perkembangan usaha di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengusaha tidak seharusnya dipersulit dengan perizinan yang rumit dan aturan tambahan yang muncul di tingkat bawah.
“Saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah,” tegas Prabowo saat memberikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).
Pentingnya Perbaikan Institusi
Prabowo berpendapat bahwa pemerintah perlu melakukan perbaikan menyeluruh terhadap institusi agar iklim usaha di Indonesia dapat ditingkatkan. Ia menilai bahwa pengusaha sering kali mengalami gangguan dan kesulitan dalam menjalankan usaha mereka.
“Jangan pengusaha diperas terus, jangan pengusaha diganggu,” ujarnya dengan tegas.
Kritik terhadap Proses Perizinan
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti lamanya proses perizinan usaha di Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain. Ia memberikan contoh Malaysia yang mampu menyelesaikan izin usaha dalam waktu hanya dua minggu.
“Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam dua minggu, kenapa kita izinnya dua tahun. Memalukan,” ungkapnya.
Prabowo melanjutkan kritiknya terhadap kebiasaan birokrasi yang sering kali menciptakan aturan tambahan di luar instruksi dari pemerintah pusat. Ia menyatakan bahwa perintah dari presiden dan menteri sering kali diolah kembali menjadi aturan teknis baru di tingkat bawah.
“Kita jangan banyak inisiatif. Sudah perintah presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi. Peraturan menteri lah, peraturan teknis lah, rekomendasi lah, akal-akalnya itu,” kata Prabowo.
Di akhir pidatonya, Prabowo juga menyinggung pengalaman panjang para birokrat yang sering kali lebih memahami pola administrasi dibandingkan dengan pejabat politik yang berganti setiap beberapa tahun.
“Ciri khas birokrat adalah dia akan datang minta tanda tangan pada waktu 17.30 sore. Kamu sudah capek. Saat kamu capek, dia datang minta tanda tangan,” ujarnya, yang disambut tawa dari hadirin.