Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap sekolah swasta yang masih memungut biaya dari siswa meskipun mereka seharusnya mengikuti program sekolah gratis. Pernyataan ini disampaikan Pramono sebagai tanggapan atas perhatian yang diberikan oleh DPRD DKI Jakarta mengenai pelaksanaan program sekolah gratis di beberapa sekolah swasta di Jakarta.
"Kalau kemudian sudah digratiskan masih menarik fasilitas yang ada kepada siswa, kepada murid, Pemerintah DKI Jakarta akan mengambil keputusan tegas untuk itu," ungkap Pramono saat memberikan keterangan di Jatinegara, Jakarta Timur, pada hari Jumat (8/5/2026).
Tindakan yang Belum Diperinci
Meskipun Pramono menegaskan akan ada tindakan tegas, ia belum menjelaskan secara rinci mengenai bentuk sanksi atau langkah yang akan diambil terhadap sekolah-sekolah yang terbukti masih memungut biaya dari peserta didik. Hal ini menjadi perhatian karena sekolah-sekolah tersebut seharusnya sudah terintegrasi dalam program sekolah gratis yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kerjasama dengan DPRD DKI Jakarta
Pramono juga menekankan bahwa pelaksanaan program sekolah swasta gratis tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh Pemprov DKI Jakarta. Ia menilai bahwa penerapan program ini perlu dibahas bersama DPRD DKI Jakarta sebagai mitra dalam penganggaran dan pengawasan. "Untuk sekolah gratis, komisi yang berwenang di DPRD segera akan saya terima secara official karena memberikan fasilitas sekolah gratis itu tidak mungkin sendirian oleh Pemerintah DKI Jakarta, jadi harus bersama-sama dengan DPRD," tambahnya.
Lebih lanjut, Pramono menyatakan bahwa pembahasan dengan DPRD DKI Jakarta juga akan berpengaruh pada penambahan jumlah sekolah atau penerima program sekolah gratis di tahun mendatang. "Untuk tahun depan, berapa (sekolah swasta gratis) yang akan ditambahkan tentunya juga menjadi keputusan yang bersama," jelasnya.