Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Prediksi Ekonomi Indonesia Melampaui Inggris dan Italia pada 2045

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa para ahli memperkirakan Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2045, melampaui negara-negara maju seperti Inggris dan Italia.

Aruna Sasmita 20 May 2026 52 pembaca liputan6.com liputan6.com
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa sejumlah pakar dan lembaga internasional memprediksi ekonomi Indonesia akan menduduki peringkat keempat terbesar di dunia pada tahun 2045. Dalam pandangannya, Indonesia akan mampu mengungguli negara-negara maju seperti Inggris, Prancis, dan Italia.

"Pakar-pakar dunia, institusi-institusi dunia menaksir pada tahun 2045, yang hanya 19 tahun lagi. Indonesia akan menjadi ekonomi kelima, bahkan keempat terbesar di dunia. Ini bukan saya mengatakan," ungkap Prabowo saat Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Harapan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Prabowo mengakui bahwa ia tidak pernah membayangkan Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar. Ia menekankan keinginannya agar masyarakat dapat hidup dengan layak tanpa mengalami kesulitan.

"Saya sendiri tidak pernah bermimpi, berharap. Kita hanya ingin hidup layak. Tapi mereka mengatakan kita akan menjadi negara keempat, kelima. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Prancis, Italia," jelasnya.

Kerja Sama dengan Negara Lain

Prabowo juga menyampaikan rasa hormat yang ia terima saat berkunjung ke negara-negara tetangga. Ia mencatat bahwa beberapa negara kaya kini meminta bantuan dari Indonesia, termasuk dalam hal ekspor pupuk.

"Mereka sekarang, banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih. Kita diminta bantuan oleh Australia. Kita berikan," tuturnya.

Dia menambahkan, "India, Brazil, Filipina, bayangkan, Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita. Ini jangan membuat kita sombong. Tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri," sambung Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo mengajak semua elemen, termasuk pengusaha, pemerintah, dan pelaku UMKM, untuk bersinergi dalam mencapai kemakmuran. Ia percaya bahwa Indonesia dapat mencapai tujuan tersebut jika semua pihak bersatu dan bekerja sama.

"Kita sudah buktikan di krisis yang bikin panik banyak negara Indonesia masih tenang. Kita tidak euforia, kita tidak sombong. Kita tidak mau, tapi kita tenang. Kita tenang. Kita punya kemampuan," pungkas Prabowo.

Artikel Terkait