Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Puluhan Penyintas Bencana di Aceh Barat Telah Menempati Hunian Sementara

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengonfirmasi bahwa puluhan penyintas bencana di Kecamatan Pante Ceureumen kini telah menghuni 12 unit hunian sementara yang disediakan.

Rimba Amarta 16 May 2026 50 pembaca liputan6.com liputan6.com
Bupati Aceh Barat Tarmizi. (Antara)
Bupati Aceh Barat Tarmizi. (Antara)

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan bahwa puluhan penyintas bencana di Kecamatan Pante Ceureumen telah menempati 12 unit hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyatakan, "Alhamdulillah, semua huntara sudah dihuni dan ditempati masyarakat korban bencana alam," saat memberikan keterangan di Meulaboh, pada Sabtu (16/5/2026).

Lokasi dan Penyebaran Huntara

Tarmizi menjelaskan bahwa huntara tersebut tersebar di dua lokasi, yaitu Desa Jambak dan Desa Lawet, yang terletak di Kecamatan Pante Ceureumen, sekitar 60 kilometer ke arah timur dari Meulaboh, ibu kota kabupaten.

Pemerintah daerah saat ini terus memantau kondisi para penyintas banjir yang tinggal di huntara. Tarmizi menegaskan bahwa kenyamanan warga adalah prioritas utama. Meskipun sebelumnya ada warga yang ragu dan lebih memilih kompensasi uang, kini mereka mulai merasakan manfaat dari tinggal di huntara yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas.

Perhatian Terhadap Kualitas Hunian

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga memastikan bahwa tidak boleh ada atap yang bocor untuk menjaga kenyamanan warga selama mereka tinggal di huntara, sambil menunggu pembangunan hunian tetap yang akan dilakukan oleh BNPB.

Menanggapi warga yang sebelumnya membangun dapur swadaya dengan material seadanya, pemerintah telah menginstruksikan pendistribusian seng baru untuk seluruh dapur warga.

“Jika nantinya hunian tetap (huntap) sudah selesai dibangun, hunian sementara tersebut akan sepenuhnya menjadi milik masyarakat,” tegas Tarmizi.

Artikel Terkait