Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

Purbaya Pertimbangkan Pengurangan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis di Bawah Rp200 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Rp200 triliun setelah berdiskusi dengan Kepala Badan Gizi Nasional yan...

Lare Ayu 03 September 2026 43 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Rp200 triliun tahun ini. (FOTO:CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Rp200 triliun tahun ini. (FOTO:CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memberikan sinyal bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini bisa dipangkas menjadi kurang dari Rp200 triliun. Sebelumnya, anggaran untuk program ini dialokasikan sebesar Rp330 triliun, namun setelah dilakukan efisiensi, jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar Rp260 triliun, dan kemudian dipangkas lagi menjadi Rp240 triliun.

Setelah melakukan pembicaraan dengan Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Purbaya menyatakan bahwa ada peluang untuk mengurangi anggaran MBG lebih lanjut. "Saya bicara dengan kepala BGN yang baru sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun," ungkap Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Kamis, 3 September.

Penggunaan Teknologi untuk Efisiensi Anggaran

Purbaya juga menambahkan bahwa anggaran untuk tahun depan yang telah disiapkan sebesar Rp240 triliun dapat ditekan lebih rendah lagi dengan memanfaatkan teknologi yang diterapkan oleh BGN. Kementerian Keuangan pun berkomitmen untuk mengawasi penggunaan anggaran MBG secara langsung melalui perwakilan di daerah.

Para pegawai perwakilan Kementerian Keuangan yang berada di daerah akan bertugas untuk mengawasi penggunaan anggaran oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing wilayah. "Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Jadi saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG," jelas Purbaya.

Rincian Anggaran MBG 2027

Untuk anggaran MBG yang direncanakan pada tahun 2027 sebesar Rp240 triliun, sekitar 97 persen dari jumlah tersebut akan digunakan untuk program makan, sementara sekitar 3 persen akan dialokasikan untuk operasional BGN. Porsi operasional ini mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari fungsi pengawasan dan monitoring hingga gaji pegawai, termasuk kepala SPPG.

Artikel Terkait