Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memberikan sinyal bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini bisa dipangkas menjadi kurang dari Rp200 triliun. Sebelumnya, anggaran untuk program ini dialokasikan sebesar Rp330 triliun, namun setelah dilakukan efisiensi, jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar Rp260 triliun, dan kemudian dipangkas lagi menjadi Rp240 triliun.
Setelah melakukan pembicaraan dengan Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Purbaya menyatakan bahwa ada peluang untuk mengurangi anggaran MBG lebih lanjut. "Saya bicara dengan kepala BGN yang baru sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun," ungkap Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Kamis, 3 September.
Penggunaan Teknologi untuk Efisiensi Anggaran
Purbaya juga menambahkan bahwa anggaran untuk tahun depan yang telah disiapkan sebesar Rp240 triliun dapat ditekan lebih rendah lagi dengan memanfaatkan teknologi yang diterapkan oleh BGN. Kementerian Keuangan pun berkomitmen untuk mengawasi penggunaan anggaran MBG secara langsung melalui perwakilan di daerah.
Para pegawai perwakilan Kementerian Keuangan yang berada di daerah akan bertugas untuk mengawasi penggunaan anggaran oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing wilayah. "Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Jadi saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG," jelas Purbaya.
Rincian Anggaran MBG 2027
Untuk anggaran MBG yang direncanakan pada tahun 2027 sebesar Rp240 triliun, sekitar 97 persen dari jumlah tersebut akan digunakan untuk program makan, sementara sekitar 3 persen akan dialokasikan untuk operasional BGN. Porsi operasional ini mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari fungsi pengawasan dan monitoring hingga gaji pegawai, termasuk kepala SPPG.