Di Banjarmasin, pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa dijadwalkan pada bulan Oktober 2026. Hal ini menyusul adanya percepatan komunikasi dengan pihak asuransi internasional.
PT Virgo Karya Shipping mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan banyak diskusi dengan pihak penanggung jawab dari Protection and Indemnity (P&I), serta memperoleh dukungan dari Kementerian Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), dan Basarnas untuk mempercepat penunjukan mitra internasional dalam proses salvage.
“Memang itu kewajiban kami dan itu juga kami didukung oleh surat-surat yang sudah diberikan oleh Kementerian Perhubungan, KSOP, bahkan dari bantuan Pak Basarnas sendiri untuk kami melakukan penekanan kepada P&I,” ungkap Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Fransiscus Rihi, pada hari Sabtu.
Proses Penunjukan Mitra Pelaksana
Simson menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersempit pilihan untuk pelaksana salvage, tetapi belum dapat mengungkapkan nama mitra tersebut karena belum ada penandatanganan dan masih ada beberapa data yang perlu dilengkapi.
“InsyaAllah dalam beberapa hari ke depan penandatanganan. Karena ada beberapa hal yang mesti dilengkapi lagi, data yang harus kami support kepada para pengambil keputusan di P&I,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mempercepat penyelesaian administrasi dan penandatanganan agar rencana salvage dapat segera dilaksanakan, termasuk perkiraan kedatangan pelaksana salvage yang direncanakan akan berlangsung pada bulan ini.
Teguran Kementerian Perhubungan
Sementara itu, Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyatakan bahwa Menteri Perhubungan telah memberikan teguran keras kepada PT Virgo agar segera melakukan pengangkatan kapal, mengingat masih banyak korban yang terjebak di dalam kapal.
“Kementerian Perhubungan hanya bisa sebatas menegur dan memerintahkan segera. Tapi semuanya itu tergantung dari pihak asuransi, seberapa cepat pelaksanaan salvage ini,” jelas Heri.
Hingga hari ke-21 operasi SAR, pada hari Sabtu pukul 22.00 WITA, Basarnas melaporkan bahwa sebanyak 188 orang telah ditemukan, yang terdiri dari 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 korban lainnya yang belum ditemukan diduga masih terjebak di dalam kapal yang tenggelam, dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes KM Virgo Transport 8.