Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Risiko Politik Uang dalam Muktamar NU Menjadi Sorotan

Taufik CH, Sekretaris Jenderal Himpunan Advokat Nahdlatul Ulama, mengungkapkan bahwa hasil Muktamar NU dapat dibatalkan jika terbukti adanya praktik politik uang dalam pemilihan.

Arya Yudhistira 30 August 2026 57 pembaca jpnn.com jpnn.com
Taufik CH Ungkap Risiko Politik Uang: Hasil Muktamar NU Bisa Batal
Taufik CH Ungkap Risiko Politik Uang: Hasil Muktamar NU Bisa Batal

JAKARTA - Taufik CH, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Himpunan Advokat Nahdlatul Ulama (Himanu), menyatakan bahwa hasil dari Muktamar NU berisiko untuk dibatalkan jika terdapat bukti hukum mengenai praktik politik uang dalam proses pemilihan. Pernyataan ini disampaikan oleh Taufik dalam acara live Mimbar Muktamar NU yang diselenggarakan oleh Suluh Nadliyin di Pondok Pesantren Al Maliki 2 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada hari Sabtu, 29 Agustus.

Potensi Diskualifikasi Calon

Pernyataan tersebut muncul ketika moderator Miftahul Ulum menanyakan langkah yang bisa diambil jika ditemukan adanya manipulasi atau politik uang dalam pemilihan Ahwa, Rais Aam, dan Ketua Umum PBNU. Taufik menjelaskan bahwa jika pelanggaran tersebut terbukti, maka calon yang terlibat dapat didiskualifikasi. “Ya, bisa diskualifikasi,” ujarnya.

Proses Politik Uang yang Panjang

Dia menambahkan bahwa praktik politik uang dalam kontestasi organisasi tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses yang panjang, termasuk pendekatan kepada pemilih sebelum muktamar dilaksanakan. “Money politics ini, kan, tidak ujug-ujug, tetapi by process,” jelasnya. Taufik juga menekankan bahwa dugaan pelanggaran harus didukung oleh bukti yang kuat, seperti rekaman video dan dokumen yang dapat dikumpulkan untuk memperkuat laporan mengenai dugaan politik uang.

“Kalau memang terbukti secara fisik, apalagi ada video,” kata Taufik. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan hukum jika bukti dugaan politik uang dapat dikumpulkan dan dibuktikan.

Taufik menegaskan bahwa konsekuensi dari pelanggaran ini tidak hanya akan menimpa calon yang terbukti melakukan politik uang, tetapi juga dapat mempengaruhi hasil pemilihan. “Bisa dianulir, ya,” tegasnya. Meskipun demikian, ia juga menambahkan bahwa dugaan politik uang tidak serta-merta menjadi alasan untuk membatalkan hasil muktamar. “Bukti dan fakta yang ada tetap harus diuji melalui mekanisme serta prosedur yang berlaku,” pungkasnya.

Artikel Terkait