Update
Politik

Rocky Gerung Masuk Pemerintahan, Adi Prayitno Soroti Tantangan Sikap Kritis

Rocky Gerung, akademisi dan pengamat politik, resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden oleh Prabowo Subianto. Masuknya Rocky ke dalam pemerintahan memicu pertanyaan mengenai kemampua...

Rimba Amarta 04 October 2026 60 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Rocky Gerung
Rocky Gerung

Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung menegaskan bahwa meskipun ia kini menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo Subianto, sikap kritisnya tidak akan hilang. Menurutnya, perubahannya terletak pada cara penyampaian kritik, yang kini bisa dilakukan secara langsung kepada presiden. Rocky dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta, menandai babak baru dalam karir politiknya yang sebelumnya dikenal sebagai pengkritik kekuasaan.

Rocky menjelaskan bahwa hubungan lamanya dengan Prabowo memengaruhi cara ia menyampaikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa kritik terhadap pemerintah yang biasanya disampaikan secara terbuka kini bisa dilakukan lebih langsung. "Alasan gua menolak apa? Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan," ungkap Rocky. Ia menambahkan bahwa tugas Wantimpres bukan hanya memberikan dukungan, tetapi juga mengingatkan dan memberikan pertimbangan terhadap keputusan presiden.

Perubahan Posisi dan Tantangan Baru

Masuknya Rocky ke dalam pemerintahan menjadi sorotan karena rekam jejaknya yang selama ini identik dengan sikap kritis. Ia dikenal sebagai intelektual yang menjaga jarak dari pemerintah dan sering menyampaikan kritik secara terbuka. Hal ini pernah ditegaskannya menjelang Pemilu 2019, ketika ia menyatakan akan tetap mengkritik Prabowo jika terpilih sebagai presiden. Kini, Rocky tidak lagi hanya sebagai pengamat, tetapi berada dalam struktur resmi yang memberikan pertimbangan kepada presiden.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai bahwa masuknya Rocky ke dalam kekuasaan merupakan fenomena yang menarik. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan memiliki daya tarik yang dapat memengaruhi sikap politik seseorang. "Kekuasaan itu tak pernah bercerita. Tak perlu dimusuhi. Ia datang begitu saja. Tapi bisa ‘merusak iman politik’ semua orang," kata Adi Prayitno. Menurutnya, posisi Rocky kini menjadi ujian bagi konsistensi sikap kritis yang selama ini dibangunnya.

Independensi di Tengah Kekuasaan

Adi Prayitno menekankan bahwa jabatan tidak seharusnya membuat seorang intelektual kehilangan jarak kritis terhadap pemerintah. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan istilah filosofis untuk membenarkan keputusan seseorang yang memilih masuk ke dalam kekuasaan tidaklah perlu. "Dan tak perlu mengutip istilah-istilah filosofis jika hanya sekadar ingin ikut nikmati kekuasaan. Fenomena akhir zaman memang begitu," tuturnya.

Rocky dan Prabowo telah lama terlibat dalam diskusi politik, sehingga pola komunikasi mereka kini berbeda dibandingkan dengan kritik yang disampaikan Rocky di masa lalu. Rocky menyatakan bahwa kritik dapat disampaikan secara lebih langsung dan konseptual. Ia percaya bahwa berada dalam Wantimpres tidak berarti harus kehilangan sikap kritis, melainkan justru memberikan ruang yang lebih formal untuk menguji dan mempertanyakan kebijakan pemerintah sebelum diambil keputusan oleh presiden.

Namun, publik tetap memiliki alasan untuk mengawasi posisi Rocky. Tantangan terbesar bagi seorang pengkritik yang masuk ke dalam kekuasaan adalah menjaga independensi saat berhadapan dengan kepentingan politik dan keputusan pemerintah. Rocky kini berada di posisi yang berbeda, tidak hanya sebagai suara kritis dari luar, tetapi juga sebagai salah satu orang yang memberikan pertimbangan kepada pemegang kekuasaan. Ini menjadi ujian bagi prinsip kritiknya, apakah akan tetap terjaga atau berubah menjadi bagian dari mekanisme kekuasaan yang selama ini ia soroti.

Wantimpres di era Prabowo dipimpin oleh Pratikno sebagai ketua, sementara Hatta Rajasa menjabat wakil ketua. Rocky Gerung termasuk di antara sejumlah tokoh lainnya yang dilantik. Dengan posisi barunya, Rocky memiliki kesempatan untuk menyampaikan kritik langsung kepada presiden, namun publik akan menilai sejauh mana suara kritis tersebut tetap independen setelah berada dalam lingkaran kekuasaan.

Artikel Terkait