Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
Ekonomi

Rotary Club Jakarta Millennium Luncurkan Pabrik Pengolahan Gabah untuk Kesejahteraan Petani

Rotary Club Jakarta Millennium District 3410 meresmikan pabrik pengolahan gabah modern di Desa Ujung Gagak, Cilacap, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani setempat.

Kalula Putri 21 August 2026 51 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
(Foto: dok Rotary Club)
(Foto: dok Rotary Club)

Rotary Club Jakarta Millennium District 3410 telah meresmikan fasilitas pengolahan gabah terpadu yang dilengkapi dengan mesin pengering dan penggilingan modern di Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada hari Kamis (13/8). Proyek ini merupakan hasil kerja sama internasional antara Rotary Club Jakarta Millennium District 3410, Huaqiao Foundation Hong Kong, dan Taiwan District 3501, serta didukung oleh ChemStation Asia.

Kehadiran pabrik pengolahan gabah ini diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi para petani di Desa Ujung Gagak. Dengan adanya fasilitas ini, proses pengeringan gabah dapat dilakukan secara konsisten tanpa terpengaruh oleh kondisi cuaca, sehingga kadar air gabah dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh Bulog. Fasilitas baru ini juga menghasilkan beras yang lebih berkualitas, lebih putih, dan utuh, yang pada gilirannya meningkatkan nilai jualnya. Dengan demikian, para petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cuaca dan dapat terlepas dari rantai pasok yang selama ini merugikan mereka.

Transformasi Kampung Laut

Peresmian fasilitas ini menandai babak baru dalam transformasi Kampung Laut, yang sebelumnya dikenal sebagai daerah rawa tidak produktif dan rawan malaria. Dalam waktu 11 tahun, kawasan ini telah berhasil diubah menjadi lahan pertanian produktif seluas 7.000 hektare, dengan hasil panen mencapai 84.000 ton per tahun dan nilai ekonomi kumulatif mencapai Rp9,2 triliun.

Perubahan ini dimulai pada tahun 2013 ketika Eva Kurniaty, mantan Gubernur Distrik Rotary 3410, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi di lapangan. Saat itu, akses menuju lokasi memerlukan perjalanan laut selama tiga jam dari Cilacap menggunakan perahu, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati rawa-rawa. Dari situ, muncul gagasan untuk membangun saluran dan pintu air sistematis yang dapat mengalirkan endapan lumpur kaya sedimen dari hulu ke lahan tidur, sehingga rawa yang tidak produktif dapat diubah menjadi sawah yang subur.

"Mulai 2013 sampai 2025, kami menciptakan lima proyek pendanaan Rotary International untuk mentransformasi rawa menjadi lahan produktif. Masyarakat kini bisa menanam padi, sayur, dan buah-buahan. Kalkulasi kami mencatatkan nilai ekonomi hingga Rp9,2 triliun. Lebih dari 2.000 keluarga kini telah sejahtera," ungkap Eva.

Pentingnya Pabrik Pengolahan Gabah

Setelah berhasil mengolah lahan, masalah pascapanen muncul dan mengancam stabilitas harga jual petani. Tanpa adanya alat pengering, para petani sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ketika hujan turun, kualitas gabah menurun drastis dan harga beras pun merosot di tingkat tengkulak. Permasalahan ini akhirnya teratasi dengan hadirnya pabrik pengolahan gabah modern.

Jennifer Scott, Direktur Rotary International, mengungkapkan kekagumannya terhadap transformasi kawasan yang dulunya merupakan rawa sumber malaria menjadi lahan produktif yang hijau. "Ketika saya melintas di sini dan melihat hamparan hijau yang menakjubkan ini, dari yang dulu rawa sumber malaria, kini telah mengubah wajah tanah ini. Saya menyaksikan keluarga dan komunitas yang bertransformasi. Saat melihat anak-anak sehat berlari dan mengenakan seragam sekolah, Anda tahu mereka kini punya masa depan," ujarnya.

Bagi warga Desa Ujung Gagak, kehadiran pabrik pengolahan gabah ini menjadi puncak dari perjuangan mereka selama lebih dari satu dekade. Selain memperkuat ketahanan pangan, petani kini memiliki kepastian harga jual di pasar regional. Dedi Kusnaedi, Ketua Kelompok Tani Desa Ujung Gagak, mengakui perubahan besar yang dirasakan oleh masyarakat sejak program ini dilaksanakan. "Dulu lahan kami lahan tidur. Kehadiran program ini menjadi malaikat penolong bagi kami. Sekarang dari hulu sampai hilir sudah berjalan sempurna. Gabah kami kering sesuai standar, beras putih, kualitas bagus, dan otomatis harganya naik," jelas Dedi.

Sulaiman Subagya, Presiden Rotary Club Jakarta Millennium, bersama Dato Andrew Ng, Managing Director ChemStation Asia, menegaskan komitmen untuk terus mendukung keberlanjutan program yang mendukung ekonomi masyarakat Kampung Laut, sebagai contoh sukses transformasi desa terpencil melalui kolaborasi global.

Artikel Terkait