Jarak kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin lebar. Berdasarkan hasil survei dari Arus Survei Indonesia (ASI), tingkat kepuasan terhadap Prabowo tercatat sebesar 57,6 persen, sementara Gibran hanya memperoleh 40,1 persen. Selisih yang mencapai 17,5 persen ini menjadi salah satu poin penting yang disoroti dalam survei nasional bertajuk Evaluasi Kinerja dan Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang dipresentasikan di Jakarta pada Ahad, 6 September 2026.
Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an, menyampaikan bahwa 57,6 persen responden merasa puas dengan kinerja Prabowo. Dari jumlah tersebut, 9 persen menyatakan sangat puas dan 48,6 persen cukup puas. "Sebanyak 57,6 persen masyarakat mengaku puas dengan kinerja Presiden Prabowo," ungkap Ali. Di sisi lain, tingkat ketidakpuasan terhadap Prabowo mencapai 40,6 persen, di mana 34 persen responden merasa kurang puas dan 6,6 persen sangat tidak puas.
Kepuasan Publik Terhadap Gibran
Situasi yang berbeda terlihat pada penilaian publik terhadap Gibran. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Wakil Presiden berada di angka 40,1 persen, dengan rincian 4,1 persen responden sangat puas dan 36 persen cukup puas. Sebaliknya, 54,4 persen responden menyatakan tidak puas dengan kinerja Gibran, di mana 39,7 persen merasa kurang puas dan 14,7 persen sangat tidak puas.
Ali menilai perbedaan kepuasan antara presiden dan wakil presiden ini cukup mencolok. Ia menyebutkan bahwa selisih tersebut merupakan salah satu yang tertinggi jika dibandingkan dengan pasangan presiden dan wakil presiden di periode sebelumnya. "Sejauh yang saya cermati, ini termasuk interval tertinggi antara kepuasan Presiden dan Wapres RI," jelasnya. Ali juga membandingkan dengan pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada periode 2019-2024, di mana perbedaan tingkat kepuasan antara Jokowi dan Ma'ruf tidak pernah mencapai angka setinggi ini.
Pentingnya Pembagian Tugas yang Jelas
Ali menekankan bahwa kesenjangan kepuasan ini perlu menjadi perhatian selama masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia mengusulkan agar pembagian tugas antara presiden dan wakil presiden diperjelas. Menurutnya, Gibran sebaiknya mengambil peran lebih besar dalam menangani isu-isu domestik, terutama saat Prabowo fokus pada agenda luar negeri. "Wapres harus mengurusi domestik, kira-kira begitu. Nah, itu harus dibagi perannya," tambah Ali.
Ali percaya bahwa pembagian peran yang lebih jelas dapat membantu memperkuat kinerja pemerintahan serta meningkatkan persepsi publik terhadap wakil presiden. Hasil survei ASI menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap Gibran masih di bawah ambang mayoritas. Survei ini dilakukan pada 23-29 Juli 2026 di 38 provinsi, menggunakan metode wawancara tatap muka dengan 1.200 responden. ASI mencatat bahwa survei ini memiliki margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.