Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
Politik

Tanggapan PKS terhadap Penurunan Elektabilitas Prabowo

Mardani Ali Sera dari PKS memberikan pandangan mengenai hasil survei yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik dan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto.

Bima Candrakumara 30 July 2026 62 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Presiden Prabowo Subianto (dok Sekneg)
Presiden Prabowo Subianto (dok Sekneg)

JAKARTA – Mardani Ali Sera, seorang akademisi dan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memberikan komentarnya terkait hasil survei yang menunjukkan penurunan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Prabowo kini berada di angka 51 persen, dan elektabilitasnya juga mengalami penurunan dalam enam bulan terakhir.

Pentingnya Memahami Opini Publik

Menanggapi hasil survei tersebut, Mardani menyampaikan pandangannya melalui akun media sosialnya. Ia menekankan bahwa hasil survei bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Namun, ia juga menyatakan bahwa survei dapat berfungsi sebagai jendela untuk memahami opini publik saat ini. "Survei selalu dinamis. Tapi pada saat yg sama bisa jadi jendela memahami opini publik saat ini," tulis Mardani.

Peringatan untuk Perubahan Kebijakan

Mardani menilai penurunan elektabilitas Prabowo merupakan sinyal bagi pemerintah untuk melakukan perubahan, baik dalam kebijakan maupun susunan kabinet. Ia mengatakan, "Elektabilitas yg turun dan kepuasan publik yg rendah, jadi sinyal bagi perubahan kebijakan dan line up kabinet." Politisi PKS tersebut percaya bahwa masih ada waktu bagi Prabowo untuk merespons hasil survei ini dengan tepat.

Menurut Mardani, Prabowo memiliki dukungan yang kuat dari koalisi dan stabilitas sosial yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki situasi. "Masih panjang waktu bagi Presiden @prabowo untuk merespon dengan akurat hasil survey ini. Pak Prabowo punya modal sangat kuat: dukungan mutlak koalisi dan stabilitas sosial yg aman," tuturnya. Ia juga menambahkan harapan publik yang sederhana, yaitu lapangan kerja, harga yang stabil, dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan publik yang mencapai 51 persen berpengaruh pada elektabilitas Prabowo yang disebutkan mengalami penurunan dalam enam bulan terakhir. Survei ini juga mensimulasikan kondisi seandainya pemilihan presiden dilaksanakan pada pertengahan Juli lalu, di mana Prabowo diprediksi berada di posisi kedua dengan elektabilitas 14,5 persen, di bawah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memperoleh 35 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa elektabilitas dan popularitas Prabowo mengalami penurunan paling signifikan dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya.

Artikel Terkait