Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Teknologi

Tantangan Suku Cadang dalam Industri Penerbangan: Apa yang Perlu Diketahui?

Ketersediaan suku cadang menjadi salah satu faktor krusial yang mempengaruhi operasional pesawat, terutama ketika kerusakan terjadi. Hal ini menimbulkan tantangan bagi industri penerbangan dalam memen...

Yoga Samadhi 23 October 2026 65 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA - Pesawat tidak selalu dapat langsung terbang kembali setelah teknisi menyelesaikan pemeriksaan kerusakan. Jika komponen yang diperlukan belum ada, perbaikan bisa tertunda, sehingga pesawat harus tetap berada di darat hingga semua persyaratan teknis terpenuhi. Ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh industri penerbangan, terutama ketika permintaan perawatan meningkat, sementara pengadaan suku cadang memerlukan waktu.

Masalah yang dihadapi bukan hanya sekadar ketersediaan suku cadang, tetapi juga mencakup kesesuaian komponen dengan jenis pesawat, stok yang tersedia, serta proses distribusi dan pemeriksaan. Dalam dunia penerbangan, istilah Aircraft-on-Ground (AOG) merujuk pada situasi di mana pesawat tidak dapat beroperasi karena masalah teknis yang membutuhkan penanganan segera. Ketersediaan komponen menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi berapa lama pesawat terpaksa berada di darat.

Tantangan Rantai Pasok dalam Industri Penerbangan

Laporan dari US Government Accountability Office (GAO) pada tahun 2024 mengenai industri penerbangan komersial mengidentifikasi tantangan dalam rantai pasok yang dihadapi oleh produsen dan pemasok. Kesulitan dalam memenuhi permintaan komponen menjadi salah satu masalah yang mempengaruhi kemampuan industri untuk memenuhi kebutuhan pesawat. Oleh karena itu, maskapai harus memperhitungkan kebutuhan suku cadang jauh sebelum diperlukan. Perencanaan perawatan, pengelolaan inventaris, dan distribusi material menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi risiko keterlambatan dalam perbaikan.

Perlu dicatat bahwa tidak semua komponen dapat diganti dengan barang yang terlihat serupa. Suku cadang harus sesuai dengan spesifikasi teknis dan memenuhi ketentuan kelaikan yang berlaku sebelum dipasang pada pesawat. Di tengah kebutuhan akan komponen untuk perawatan armada, industri penerbangan juga memanfaatkan material bekas yang masih memenuhi syarat untuk digunakan kembali, yang dikenal sebagai Used Serviceable Material (USM).

Kerja Sama untuk Mengatasi Tantangan AOG

Pemanfaatan USM bisa menjadi alternatif dalam mengelola kebutuhan material. Namun, komponen bekas tidak dapat digunakan secara otomatis; kelayakan teknis, dokumentasi, dan persyaratan yang berlaku harus tetap dipenuhi. Selain itu, layanan perbaikan dan pertukaran komponen dapat membantu maskapai dalam mengelola persediaan dan kebutuhan perawatan, sehingga mengurangi ketergantungan pada pengadaan komponen baru, asalkan komponen pengganti memenuhi syarat yang ditetapkan.

Tantangan dalam pengelolaan material ini juga menjadi perhatian dalam kerja sama antara maskapai Vietjet dari Vietnam dan Satair, yang merupakan bagian dari Airbus Services. Kedua perusahaan ini mengumumkan nota kesepahaman pada tanggal 22 Oktober 2026 di Vietnam–Denmark Business Forum yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark. Salah satu fokus kerja sama ini adalah penguatan penanganan AOG, termasuk penempatan stok komponen di kawasan regional dan koordinasi logistik darurat.

Kerja sama ini tidak hanya mencakup ketersediaan material, tetapi juga mencakup evaluasi penggunaan analisis data untuk memperkirakan kebutuhan komponen, optimalisasi inventaris, layanan perbaikan, serta dukungan logistik untuk pengembangan fasilitas operasional Vietjet di Bandara Internasional Long Thanh. CEO Vietjet, Nguyen Thanh Son, menekankan pentingnya pengelolaan rantai pasok yang proaktif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan perawatan pesawat dan mendukung perkembangan operasional maskapai.

Dia menjelaskan, “Rantai pasok yang proaktif dan efisien merupakan fondasi penting bagi pengembangan armada, perluasan jaringan internasional, serta peningkatan layanan penumpang Vietjet secara berkelanjutan.” Kerja sama dengan Satair diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan perawatan pesawat, serta mempersiapkan kebutuhan infrastruktur strategis, termasuk Bandara Internasional Long Thanh, dan memperkuat kemampuan teknis tenaga kerja lokal di Vietnam.

Di sisi pemasok, CEO Satair, Richard Stoddart, menyatakan bahwa kesepakatan ini melanjutkan program Integrated Material Services (IMS) yang telah mendukung armada Airbus Vietjet. “Dengan memperkuat fondasi program Integrated Material Services yang telah berjalan, kami berharap dapat mendukung pertumbuhan armada Vietjet sekaligus berkolaborasi dalam mengembangkan solusi rantai pasok yang terukur, berkelanjutan, dan berbasis data untuk mendukung ambisi pertumbuhan jangka panjang Vietjet,” ujarnya.

Kedua perusahaan berencana membentuk Kelompok Kerja Bersama untuk mengevaluasi enam bidang kolaborasi, termasuk pengelolaan material, dukungan logistik di Long Thanh, pemanfaatan komponen yang masih layak digunakan, integrasi digital, penanganan AOG, serta pelatihan dan pengembangan tenaga profesional. Kesepakatan ini menjadi kerangka untuk mengevaluasi dan mengembangkan kerja sama lebih lanjut, meskipun belum ada data yang menunjukkan dampak langsung terhadap jumlah pesawat yang tertahan di darat atau ketepatan waktu penerbangan Vietjet.

Bagi penumpang, ketersediaan suku cadang mungkin tidak terlihat saat memesan tiket. Namun, di balik operasional penerbangan, pengelolaan komponen dan perawatan yang sesuai standar adalah bagian penting untuk memastikan pesawat siap terbang dan memenuhi persyaratan keselamatan sebelum kembali mengudara.

Artikel Terkait