Update
Ekonomi

Tembakau Menjadi Solusi Ekonomi bagi Petani Wonogiri di Musim Kemarau

Musim kemarau di Wonogiri, Jawa Tengah, menghadirkan tantangan bagi petani, namun tembakau muncul sebagai alternatif yang menjanjikan. Melalui kemitraan dengan perusahaan, petani dapat meningkatkan pr...

Rimba Amarta 21 September 2026 51 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Foto: Arsip HM Sampoerna
Foto: Arsip HM Sampoerna

Musim kemarau di Wonogiri, Jawa Tengah, menjadi tantangan tersendiri bagi para petani di daerah tersebut. Dengan terbatasnya pasokan air, mereka mencari komoditas alternatif yang tetap dapat tumbuh dan memberikan nilai ekonomi. Tembakau menjadi pilihan bagi sebagian petani di Wonogiri untuk mengoptimalkan lahan mereka saat musim kemarau, karena tanaman ini tidak memerlukan banyak air, sehingga lahan tetap produktif sebelum musim hujan tiba.

Peluang ini semakin diperkuat oleh kemitraan antara PT HM Sampoerna Tbk. dan petani tembakau melalui perusahaan pemasok, yang merupakan bagian dari komitmen untuk memberdayakan masyarakat dalam rantai nilai. Sampoerna telah mendampingi lebih dari 22.500 petani tembakau dan cengkih dengan menerapkan standar pertanian yang baik dari tahap penanaman hingga panen.

Penerapan Praktik Pertanian yang Baik

Melalui Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) dan Kode Praktik Pekerja Pertanian (Agricultural Labor Practices/ALP), petani mendapatkan pengetahuan dan peningkatan produktivitas, serta kesempatan untuk mengembangkan usaha pertanian mereka secara berkelanjutan. Praktik ini membantu mereka memahami teknik budidaya tembakau yang benar, mulai dari pembibitan hingga penanganan pascapanen untuk menjaga kualitas hasil panen.

Selain itu, modernisasi peralatan pertanian juga dilakukan, termasuk distribusi alat panen padi yang dapat digunakan untuk menggemburkan tanah sebagai persiapan penanaman komoditas lainnya. Kode Praktik Pekerja Pertanian juga mendorong terciptanya praktik ketenagakerjaan yang bertanggung jawab, termasuk aspek kesehatan dan keselamatan kerja, serta penghormatan terhadap hak-hak pekerja pertanian.

Kisah Sukses Petani Tembakau

Katino, seorang petani berusia 46 tahun dari Eromoko, Wonogiri, merasakan manfaat dari kemitraan ini. Perjalanannya sebagai petani tembakau dimulai ketika ia terinspirasi oleh seorang petani tua yang menjual hasil panen tembakau. Setelah memutuskan untuk menekuni budidaya tembakau secara serius pada tahun 2019, Katino belajar dari petani lain dan mendapatkan pendampingan dari Sampoerna.

“Dari awal tanam itu kan ada proses pembibitan, saya dikasih tahu cara penyebaran benihnya, cara ngerawat bibitnya harus berapa hari atau berapa jam,” ungkap Katino. Pendampingan yang diterimanya tidak hanya menambah pengetahuan teknis, tetapi juga mengubah cara pandangnya dalam mengelola lahan.

Dengan ketekunan, Katino berhasil meningkatkan kondisi ekonominya sejak tahun 2023, yang membolehkannya membeli lahan sawah baru dan mengelola sekitar 9.000 meter persegi lahan. Ia juga mempekerjakan beberapa buruh tani untuk mendukung pola tanam bergantian.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Purwanto, seorang petani berusia 34 tahun yang kembali ke Wonogiri setelah merantau ke Jakarta. Purwanto mulai belajar menanam tembakau dan menjalin kemitraan dengan Sampoerna. “Kita dapat penyuluhan, bimbingan teknis, dan pendampingan untuk penanamannya,” jelasnya. Pendampingan tersebut membuat proses budidaya menjadi lebih terarah dan hasil yang diperoleh menjadi lebih konsisten.

Hasil penjualan tembakau tidak hanya membantu perencanaan keuangan rumah tangga Purwanto, tetapi juga berdampak positif pada ekonomi keluarganya. Rumah orangtuanya yang sebelumnya sederhana kini telah menjadi lebih layak huni. Hasil panen tembakau juga mendukung banyak keluarga lain di Wonogiri dan berkontribusi pada perekonomian daerah.

Dengan demikian, tembakau bukan hanya sekadar komoditas musiman, tetapi telah menjadi harapan bagi petani dan masyarakat di Wonogiri untuk kehidupan yang lebih baik, sambil tetap menjaga ketahanan pangan melalui pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Artikel Terkait