Aksi Panggung yang Berbuntut Pemecatan
Musisi asal Amerika Serikat, Ben Haggerty atau yang dikenal publik dengan nama panggung Macklemore mengambil sikap tegas untuk membela masyarakat Palestina. Gelombang perselisihan ini mencuat pada awal bulan saat sang rapper menyuarakan kondisi memprihatinkan di Gaza kala tampil bareng Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.
Di hadapan ribuan penonton, ia tanpa ragu meneriakkan "Free Palestine!" dan membawakan lagu protes karyanya yang berjudul "Hind's Hall". Buntut dari aksi panggung tersebut, promotor pertunjukan mengambil keputusan tegas untuk mencoret nama Macklemore dari daftar artis tur.
Desakan Miliarder dan Tanggapan Ed Sheeran
Langkah pencopotan Macklemore rupanya diwarnai oleh intervensi Robert Kraft, pemilik klub New England Patriots. Pada 14 September lalu, miliarder tersebut melemparkan tudingan anti-Semit terhadap Macklemore dan mengonfirmasi telah menekan Ed Sheeran untuk memberhentikan sang artis sekaligus melarang keberadaannya di Gillette Stadium. Lewat pernyataan di akun Instagram miliknya, Macklemore mengungkapkan cerita dari Sheeran tentang ancaman boikot dari Kraft yang menyasar pengelola stadion lain.
Di sisi lain, Ed Sheeran memberikan klarifikasi bahwa kebijakan penyingkiran tersebut murni wewenang pihak promotor dan pengelola tempat acara. "Saya tidak terlibat dalam hal ini. Saya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik yang menghancurkan tersebut. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memilikinya," tulisnya di Instagram, sembari menegaskan sikapnya yang enggan masuk ke dalam "forum politik."
Donasi Rp18 Miliar untuk Enam Lembaga Kemanusiaan
Kendati posisinya di panggung tur dicabut, Macklemore membalas dinamika ini dengan langkah konkret. Dikutip Kamis (17/9/2026), pelantun ini mengumumkan keputusannya untuk menyalurkan seluruh perolehan bersih dari keterlibatannya dalam konser tersebut.
"Saya akan menyumbang seluruh pendapatan bersih sebesar 1 juta dolar dari tur 'Loop Tour' Ed Sheeran kepada enam organisasi yang bekerja secara langsung untuk mendukung rakyat Palestina," tulis Macklemore, dalam pernyataan di Instagram.
Ia menekankan bahwa bantuan senilai 1 juta dolar AS (sekitar Rp18 miliar) itu diserahkan murni atas dasar solidaritas kemanusiaan, bukan dipicu oleh perselisihan yang terjadi.
"Saya ingin menyoroti para orang tua yang membawa anak-anak mereka ke rumah sakit tanpa ketersediaan sarana dasar untuk pengobatan, serta para dokter, paramedis, jurnalis, dan pekerja kemanusiaan yang terus masuk ke wilayah tersebut (Gaza)," katanya, menjelaskan alasan berdonasi.
Seruan Perubahan Politik dan Ajakan Kemanusiaan
Dalam rilis tertulisnya, Macklemore juga mengenang kisah tragis pemuda Gaza, Muhammad Al Zinati, yang gugur akibat tembakan tentara Israel saat sedang menolong warga yang terluka. "Dia masih anak-anak. Keduanya tewas dibunuh. Keduanya seharusnya masih hidup," kata Macklemore.
Menurut pandangannya, bantuan finansial semata tidak cukup untuk menyelesaikan akar penderitaan di Palestina karena krisis ini tercipta dari tindakan manusia. "Saya yakin hal ini menuntut perubahan politik segera," katanya, sembari menyampaikan bahwa warga Palestina berhak atas kemerdekaan tanpa perlu menunggu lebih lama.
Menutup keterangannya, Macklemore menyampaikan imbauan terbuka kepada Robert Kraft untuk turut menyumbang dengan nominal setara. "Apa pun perbedaan pendapat di antara kita, mungkin kita bisa sepakat mengenai hal ini: Nyawa warga Palestina pantas untuk dilindungi," ujarnya.