Tim penyelam gabungan telah berhasil menembus akses ke sejumlah kamar di kapal KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan dan tenggelam di Laut Jawa. Mereka melakukan upaya ini dengan memecahkan kaca jendela kamar-kamar, dan menemukan banyak jasad korban yang terjebak di dalam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, yang juga menjabat sebagai Koordinator Misi SAR, menjelaskan bahwa fokus pencarian saat ini diarahkan pada bagian badan kapal, terutama kamar-kamar penumpang. "Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali, tetapi enggak bisa, ya. Sepertinya ada korban kejepit di dalam kapal atau apa yang menyebabkan seperti itu. Nah, besok dilanjutkan. Semoga evakuasi besok lancar," ujarnya dalam konferensi pers mengenai perkembangan operasi SAR pada hari ke-10 kecelakaan tersebut di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Selasa malam.
Proses Evakuasi yang Dihadapi Tantangan
Putu menjelaskan bahwa tim penyelam gabungan, yang terdiri dari Basarnas Special Group (BSG), Kopaska, Pangkoarmada II TNI AL, PT Jasalindo, dan unsur lainnya, telah memecahkan kaca-kaca jendela di beberapa kamar untuk membuka akses ke lokasi korban yang terjebak. Pada Selasa pagi, tim penyelam berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban meninggal dari dalam bangkai kapal. Namun, sejumlah korban lain yang terlihat belum dapat dievakuasi karena kondisi air yang mulai keruh dan arus laut yang semakin kencang menjelang sore hari. "Untuk melanjutkan evakuasi, airnya keruh karena faktor arus yang sudah cukup kencang. Akhirnya tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban-korban yang sudah terlihat," tambahnya.
Rencana Lanjutan Evakuasi
Putu menyatakan bahwa proses evakuasi akan dilanjutkan pada Rabu (23/9) dimulai pagi hingga sore hari, dengan harapan kondisi cuaca lebih baik dan arus laut lebih tenang. Tim penyelam gabungan akan memfokuskan pencarian pada kompartemen, khususnya kamar tidur penumpang kelas ekonomi dan eksekutif. Mereka juga akan mempertimbangkan pencarian pada kendaraan yang berada di dalam kapal jika kondisi memungkinkan dan aman bagi penyelam. "Kendaraan di dalam kapal saling bertindih karena posisi kapal sudah tidak normal. Kalau memungkinkan dan aman pasti akan kita laksanakan. Operasi SAR ini harus mengutamakan keselamatan petugas," ungkap Putu Sudayana.
Hingga Selasa pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi bahwa sebanyak 126 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia, sementara 117 korban lainnya masih dalam proses pencarian dari total 243 orang yang terdaftar dalam manifes KM Virgo Transport 8.