Update
News

TNI AL Berhasil Gagalkan Upaya Pekerja Migran Ilegal Masuk Indonesia

TNI AL berhasil menghentikan upaya masuknya pekerja migran ilegal dari Malaysia dan Bangladesh di pesisir Dumai, Riau, pada Senin (31/08). Penggagalan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan...

Arya Yudhistira 02 September 2026 51 pembaca jpnn.com jpnn.com
TNI AL Gagalkan Pekerja Migran Ilegal yang Hendak Masuk ke Indonesia
TNI AL Gagalkan Pekerja Migran Ilegal yang Hendak Masuk ke Indonesia

TNI AL berhasil menggagalkan upaya masuknya para pekerja migran ilegal yang berasal dari Malaysia dan Bangladesh di wilayah Indonesia. Kejadian ini berlangsung di pesisir pantai Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, pada hari Senin, 31 Agustus.

Tim gabungan TNI AL yang terdiri dari Quick Response Lanal Dumai, Tim B Intelmar Kodaeral I, dan Satgas Ops Intelmar Koarmada I melakukan tindakan tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga keamanan perairan perbatasan serta melindungi warga negara dari tindak pidana perdagangan orang.

Awal Mula Penangkapan

Tunggul mengungkapkan bahwa peristiwa ini berawal dari informasi intelijen yang melaporkan adanya pergerakan kapal speedboat mencurigakan yang datang dari arah utara Selat Malaka menuju perairan Dumai. Berdasarkan informasi tersebut, personel TNI AL segera bergerak untuk memeriksa lokasi pada pukul 06.00 WIB.

Setelah melakukan pemantauan, petugas menemukan speedboat beserta penumpangnya di pesisir pantai. Namun, saat hendak ditangkap, para pelaku berusaha melarikan diri dengan melompat ke pinggir pantai. Melalui penyisiran yang ketat di sepanjang kawasan pesisir dan pemukiman warga, petugas berhasil mengamankan 16 orang beserta barang bukti yang mendukung.

Identitas dan Proses Hukum

Dari total 16 orang yang diamankan, delapan di antaranya merupakan warga negara Malaysia, sedangkan sisanya berasal dari Bangladesh. Tunggul menambahkan bahwa mereka beserta barang bukti langsung dibawa ke markas lanal untuk diserahkan kepada pihak berwajib guna menjalani proses hukum yang berlaku.

Tunggul menegaskan bahwa upaya ini menunjukkan komitmen TNI AL dalam mencegah praktik perdagangan orang dan penyelundupan pekerja asing. Dia memastikan bahwa personel TNI AL akan terus memperkuat patroli untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Artikel Terkait