JAKARTA - Pada Selasa, 22 September 2026, personel Polres Metro Jakarta Pusat berkolaborasi dengan Direktorat Samapta Polda Metro Jaya membagikan roti dan air mineral kepada para pengunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan dan pendekatan yang lebih humanis dalam mengawal penyampaian aspirasi dari ratusan massa, termasuk Aliansi Masyarakat Pandeglang, Cianjur, dan Sukabumi yang mengangkat isu lingkungan hidup.
Pembagian makanan dan minuman ini dilaksanakan dengan menggunakan Mobil Pelayanan Unjuk Rasa yang didampingi oleh Tim Negosiator, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para peserta aksi di tengah cuaca yang panas. Analis politik dan hukum, Boni Hargens, menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh personel kepolisian ini mencerminkan transformasi budaya yang mendasar dalam tubuh Polri, terutama di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Pentingnya Tindakan Humanis
Boni Hargens menyatakan bahwa tindakan kemanusiaan ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam cara berpikir personel Polri mengenai konsep policing yang lebih berorientasi pada masyarakat. "Bagi saya, hal ini tidak terlepas dari keberhasilan Kapolri dengan paradigma PRESISI-nya dalam melakukan reformasi internal di tubuh institusi kepolisian,” ujarnya di Jakarta pada hari yang sama.
Respons Masyarakat dan Saran untuk Polri
Lebih lanjut, Boni menekankan bahwa meskipun tindakan tersebut mungkin tidak selalu mendapatkan respons positif dari semua kelompok masyarakat, Polri disarankan untuk terus menunjukkan wajah yang humanis dalam menjalankan tugas, baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban, maupun dalam penegakan hukum. "Dengan adanya pergeseran paradigma KUHP berdasarkan UU 1/2023 yang makin memperlihatkan watak humanis dari hukum an sich, Polri sebagai gerbang terdepan dalam criminal justice system mesti menjadi suri teladan,” tambahnya.