Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
News

UI Menanggapi Kontroversi Unggahan Persma Terkait LGBT

Universitas Indonesia (UI) memberikan penjelasan terkait unggahan kontroversial dari akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Suara Mahasiswa (SUMA) yang membahas isu Pride Month dan LGBTI...

Lare Ayu 15 June 2026 57 pembaca liputan6.com liputan6.com
SIMAK UI - Tips Ujian di Universitas Indonesia. (Foto: Universitas Indonesia)
SIMAK UI - Tips Ujian di Universitas Indonesia. (Foto: Universitas Indonesia)

Universitas Indonesia (UI) melakukan evaluasi internal setelah unggahan dari akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Suara Mahasiswa (SUMA) yang menarik perhatian publik. Konten tersebut berkaitan dengan Bulan Kebanggaan dan isu LGBTIQ.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional, Erwin Agustian Panigoro, memberikan tanggapan mengenai dinamika yang muncul akibat unggahan tersebut. Ia menegaskan bahwa konten yang diunggah bukan merupakan sikap resmi dari UI, melainkan hanya mencerminkan pandangan redaksional dari organisasi tersebut. “Universitas Indonesia menegaskan bahwa isi unggahan tersebut, murni merupakan pandangan redaksional dari organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan,” ujar Erwin pada Senin (15/6/2026).

Pandangan Resmi Universitas

Erwin menjelaskan bahwa konten yang diunggah oleh UKM SUMA tidak mewakili sikap resmi Universitas Indonesia maupun keseluruhan sivitas akademika UI. UI menghargai kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan akademik yang demokratis. “Kebebasan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan pandangan secara kritis serta bertanggung jawab,” lanjutnya.

Ia juga menekankan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, UI berkomitmen pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, dan norma yang berlaku di Indonesia. UI menjunjung tinggi integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta berupaya menciptakan lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif. “Nilai-nilai tersebut menjadi landasan mutlak UI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelas Erwin.

Langkah Selanjutnya dan Respons Alumni

Erwin menambahkan bahwa kampus harus menjadi ruang dialog dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka terhadap berbagai pandangan. Namun, setiap pendapat harus disampaikan dengan santun, tidak provokatif, dan sesuai dengan etika akademik. “Kebebasan berekspresi harus selalu diiringi dengan tanggung jawab sosial agar perbedaan pandangan tidak memicu polarisasi atau perpecahan di tengah masyarakat,” ucapnya.

Menanggapi keresahan yang muncul di masyarakat akibat unggahan tersebut, Erwin menyatakan bahwa pimpinan UI sedang melakukan penelaahan dan langkah evaluasi lebih lanjut secara internal. Proses ini dilakukan bersama otoritas kampus untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kemahasiswaan sejalan dengan kode etik dan peraturan tata tertib mahasiswa UI, serta berpedoman pada kebebasan akademik yang bertanggung jawab.

UI mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga persatuan. UI percaya bahwa iklim kampus yang sehat dibangun melalui penyampaian aspirasi yang konstruktif dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebelumnya, SUMA UI mengunggah konten berjudul "Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan," yang ramai dibicarakan di media sosial. Konten tersebut menampilkan ilustrasi siluet Garuda Pancasila dengan latar belakang bendera pelangi dan narasi mengenai Pride Month serta isu diskriminasi terhadap komunitas LGBTIQ+. Setelah menjadi sorotan publik, unggahan tersebut telah dihapus dari akun Instagram dan X milik SUMA UI.

Unggahan dari SUMA UI juga mendapatkan perhatian serta pernyataan sikap dari alumni Pers Suara Mahasiswa UI. Pernyataan resmi alumni diunggah melalui akun @ilunisumaui, yang menyatakan penyesalan terhadap konten yang dipublikasikan. “Alumni Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) menyesalkan unggahan di Instagram dan X (sebelumnya Twitter) Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) berjudul Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan,” kutip akun tersebut.

Alumni SUMA UI telah berusaha memberikan masukan kepada redaksi untuk mempertimbangkan konteks sosial kemasyarakatan, sambil tetap menjaga independensi redaksi dalam menjalankan tugas jurnalistik. Mereka menilai bahwa sejak berdirinya pada 1992, SUMA UI dikenal sebagai organisasi pers mahasiswa yang menjunjung keberagaman, sikap moderat, dan prinsip non-partisan dalam kerja jurnalistik. Mereka merasa unggahan tersebut tidak sejalan dengan semangat yang telah dibangun oleh organisasi.

Alumni SUMA UI menyatakan keberatan dan menyesalkan unggahan tersebut yang dianggap tidak sesuai dengan semangat organisasi pers mahasiswa untuk tidak condong pada satu golongan tertentu. Mereka juga menyayangkan sikap pengurus redaksi yang dianggap tidak membuka ruang diskusi dan menerima masukan terkait unggahan yang menuai kontroversi tersebut. Alumni menilai polemik ini telah menimbulkan keresahan di kalangan sivitas akademika, alumni, hingga masyarakat luas, serta berpotensi berdampak negatif terhadap gerakan mahasiswa UI.

Alumni tetap mendukung kebebasan berpendapat yang dijalankan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan etika dan nilai moral yang berlaku di masyarakat. “Alumni SUMA UI akan terus membuka upaya dialog dengan pengurus Redaksi SUMA UI. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” tutup alumni SUMA UI.

Artikel Terkait