BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajukan agar personel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) dilibatkan dalam pengawalan perjalanan tim Persib ketika mereka melakoni pertandingan tandang ke luar kota. Usulan ini muncul setelah terjadi insiden penyerangan terhadap rombongan Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, pada malam hari Minggu (11/10).
Farhan menekankan bahwa pengamanan untuk perjalanan tim junior dan akademi Persib perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia berencana untuk mengadakan diskusi dengan manajemen Persib guna membahas skema pendampingan yang lebih baik bagi rombongan tim saat berangkat ke luar kota. Ia menyatakan bahwa personel Satpol PP dan Dishub tidak hanya diharapkan untuk membantu dalam pengamanan perjalanan, tetapi juga bisa disiapkan sebagai pengemudi cadangan jika diperlukan.
Diskusi dengan Manajemen Persib
"Secara teknis, kami akan membuka diskusi dengan manajemen Persib agar melakukan pendampingan secara lebih serius setiap kali tim junior atau tim akademi ini ke luar kota," ungkap Farhan saat bertemu dengan orang tua pemain EPA Persib di Pendopo Kota Bandung, pada Senin (12/10). Farhan juga mengecam keras tindakan penyerangan terhadap rombongan Persib EPA U-18 tersebut, dengan menyatakan, "Kami dari Pemerintah Kota Bandung menyatakan sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan teror tersebut, karena teror kekerasan bukanlah bagian dari olahraga."
Pentingnya Penegakan Hukum
Selain mengusulkan penguatan pengamanan, Farhan juga meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas insiden penyerangan tersebut. Ia menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku, mengingat insiden ini tidak hanya menyebabkan korban fisik, tetapi juga kerusakan pada barang-barang milik rombongan. "Apa pun yang terjadi, kami meminta kepada Polri untuk menyidik secara tuntas dan menegakkan keadilan. Ada beberapa orang dan barang yang menjadi korban perusakan oleh oknum-oknum tersebut," tambahnya.
Farhan juga menyampaikan bahwa dampak dari penyerangan ini tidak hanya dirasakan oleh para pemain dan ofisial yang berada di lokasi kejadian, tetapi juga oleh keluarga korban yang mengalami tekanan akibat insiden tersebut. Pemerintah Kota Bandung bersama Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kota Bandung akan memberikan dukungan psikologis kepada para pemain, ofisial, dan orang tua pemain yang terdampak.