Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
Ekonomi

Vietnam Melampaui Thailand dalam Pasar Penerbangan Asia Tenggara

Vietnam berhasil menjadi pasar penerbangan komersial terbesar kedua di Asia Tenggara, menggeser Thailand, dengan jumlah kursi yang tersedia mencapai 7,3 juta pada bulan Agustus.

Yoga Samadhi 18 August 2026 59 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Ilustrasi. Vietnam berhasil mengekor Ri di urutan kedua dalam pasar penerbangan komersial se-Asia Tenggara. Negara ini berhasil menggeser Thailand ke posisi ke-3. (Barn Images)
Ilustrasi. Vietnam berhasil mengekor Ri di urutan kedua dalam pasar penerbangan komersial se-Asia Tenggara. Negara ini berhasil menggeser Thailand ke posisi ke-3. (Barn Images)

Vietnam telah berhasil mengambil posisi kedua dalam pasar penerbangan komersial di Asia Tenggara, mengalahkan Thailand berdasarkan jumlah kursi yang tersedia pada bulan Agustus. Pada bulan tersebut, Vietnam mencatat 7,3 juta kursi, meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan jumlah kursi ini menjadikan Vietnam sebagai pasar dengan pertumbuhan tercepat di antara negara-negara Asia Tenggara yang dianalisis oleh OAG, penyedia data penerbangan global. Dengan pencapaian ini, Thailand kini berada di posisi ketiga.

Peningkatan Minat Perjalanan

Menurut OAG, peningkatan kapasitas penerbangan di Vietnam mencerminkan meningkatnya minat untuk melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional. Keberadaan sejumlah bandara besar di Vietnam juga berkontribusi pada distribusi permintaan yang lebih merata di berbagai wilayah, memberikan lebih banyak peluang bagi maskapai untuk mengembangkan rute dan meningkatkan frekuensi penerbangan.

OAG juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pelaku industri pariwisata dan maskapai penerbangan di Vietnam. Agen perjalanan dan operator tur sering kali memesan kursi dalam jumlah besar serta melakukan kampanye promosi bersama dengan maskapai, yang membantu meningkatkan tingkat pengisian penerbangan dan memperkuat konektivitas pasar.

Perbandingan dengan Thailand dan Negara Lain

Sementara itu, Thailand mencatat 7,2 juta kursi, mengalami penurunan 1,7 persen dibandingkan tahun lalu, yang menyebabkan negara tersebut tergeser oleh Vietnam. Di sisi lain, Indonesia tetap memimpin sebagai pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara dengan 11 juta kursi, meningkat 4,3 persen dari tahun sebelumnya.

Di antara negara-negara lain, Malaysia dan Filipina mengalami penurunan kapasitas penerbangan, dengan Malaysia mencatat 5,4 juta kursi, turun 6,4 persen, dan Filipina dengan 4,8 juta kursi, merosot 5,7 persen. Secara keseluruhan, kapasitas maskapai di Asia Tenggara pada bulan Agustus mengalami kenaikan tipis sebesar 0,8 persen menjadi 51 juta kursi, dengan kapasitas domestik menyumbang 45 persen dari total pasar penerbangan komersial regional.

Kapasitas internasional, di sisi lain, hanya meningkat 0,4 persen menjadi 28,2 juta kursi, yang merupakan 55 persen dari total pasar penerbangan.

Artikel Terkait