Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

Wali Kota Bandung Tegaskan Tidak Akan Biarkan TPS Liar Merusak Kota

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa keberadaan tempat pembuangan sampah liar tidak akan dibiarkan karena dapat merusak citra kota dan mengganggu kenyamanan warga.

Dewa Raka 19 May 2026 18 pembaca liputan6.com liputan6.com
Wali Kota Bandung Tegaskan Tidak Akan Biarkan TPS Liar Merusak Kota
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat melakukan penutupan tempat pembuangan sampah ilegal di Kota Bandung, Jawa Barat. (Antara)

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap keberadaan titik-titik tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Hal ini disampaikan dalam sebuah pernyataan di Bandung pada Selasa, 19 Mei 2026, yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan kota.

Farhan mengungkapkan, keberadaan TPS liar dapat merusak citra Kota Bandung dan mengganggu kenyamanan masyarakat. "Saya tidak ingin ada pembiaran terhadap titik-titik sampah liar yang merusak wajah Kota Bandung dan mengganggu kenyamanan masyarakat," jelasnya.

Penumpukan Sampah di Berbagai Titik

Dia juga mencatat bahwa penumpukan sampah masih terlihat di berbagai lokasi strategis, termasuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan Cijambe dan wilayah Tamansari. Selain itu, terdapat keluhan dari warga mengenai pengelolaan sampah di lingkungan permukiman mereka.

Tanggung Jawab Bersama dalam Pengelolaan Sampah

Farhan menekankan bahwa masalah lingkungan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi atau pihak tertentu. Dia menyatakan bahwa semua elemen pemerintahan, mulai dari tingkat atas hingga tingkat kewilayahan, harus aktif terlibat. "Saya tegaskan persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah setempat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Camat, lurah, kewilayahan hingga seluruh perangkat daerah harus hadir dalam upaya menjaga kebersihan kota," ujarnya.

Meski demikian, Farhan juga memberikan apresiasi kepada upaya pengelolaan sampah yang sudah berjalan dengan baik di beberapa kawasan, salah satunya di Pasar Caringin. "Program pengelolaan sampah di pasar tersebut bahkan telah mendapatkan perhatian positif dari Kementerian Lingkungan Hidup karena dinilai mampu mengubah persoalan sampah menjadi potensi ekonomi baru sekaligus solusi bagi kelestarian lingkungan," terangnya.

Farhan berharap keberhasilan yang dicapai di Pasar Caringin dapat menjadi contoh dan bukti bahwa krisis sampah perkotaan dapat diselesaikan melalui kolaborasi yang kuat. "Ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak berkolaborasi, maka solusi ini dapat diwujudkan," pungkasnya.

Artikel Terkait