Update
News

Wamendagri Ribka Haluk Sampaikan Rasa Duka di Depan ASN NTT

Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, mengungkapkan rasa duka cita di hadapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Nusa Tenggara Timur akibat penembakan yang menimpa tiga ASN di Papua.

Rimba Amarta 21 September 2026 64 pembaca jpnn.com jpnn.com
Wamendagri Ribka Sampaikan Dukacita di Hadapan Ribuan ASN Pemprov NTT
Wamendagri Ribka Sampaikan Dukacita di Hadapan Ribuan ASN Pemprov NTT

KUPANG - Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, memimpin apel kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung di Kupang pada hari Senin, 21 September. Dalam kesempatan tersebut, Ribka Haluk menyampaikan rasa duka cita mendalam atas insiden penembakan yang menewaskan tiga ASN asal NTT di Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu, 9 September 2026.

“Saya menyampaikan dukacita mendalam terkait penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan,” ungkap Wamendagri di hadapan ribuan ASN Pemprov NTT. Tiga ASN tersebut menjadi korban dari aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ketiga korban merupakan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, di mana beberapa di antaranya berasal dari NTT.

Pentingnya Persatuan dan Kesatuan

Ribka Haluk juga mengimbau semua pihak untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia menekankan bahwa masyarakat NTT dan Papua telah memiliki hubungan yang erat sejak lama. “Sejak dulu, banyak warga NTT yang telah menjadi bagian sejarah kehidupan masyarakat di Papua,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa banyak warga NTT di masa lalu yang mengabdi sebagai guru di Papua, dan pengabdian tersebut sangat dihargai serta diingat oleh masyarakat Papua. Sebelum menyampaikan ungkapan duka cita, Wamendagri juga memberikan apresiasi terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT yang mencapai 5,01 persen meskipun menghadapi tantangan geografis dan topografis yang sulit.

Ajakan untuk Menjaga Keharmonisan

Menanggapi pernyataan duka cita dari Wamendagri, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak masyarakat NTT dan Papua untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan. “Saya berterimakasih, Ibu Wamen hadir memberikan ketegasan agar kita harus menjaga semangat rasa kebersamaan dan persatuan kita,” kata Gubernur NTT setelah apel kesadaran ASN.

Gubernur Laka Lena menegaskan bahwa semua pihak merasa sedih atas kejadian di Jayawijaya, namun tindakan oknum KKB tidak seharusnya merusak hubungan antara masyarakat NTT dan Papua. “Kami harus menjaga keharmonisan hubungan masyarakat kedua daerah karena sudah memiliki hubungan kedekatan emosional sejak lama,” tambahnya.

Ia juga menitipkan pesan kepada masyarakat asal NTT yang berada di Tanah Papua, baik kepada Wakil Menteri maupun pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Tanah Papua. “Persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, situasi yang berkembang di daerah mana pun perlu disikapi dengan mengedepankan ketenangan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap kehidupan masyarakat,” jelas Gubernur NTT.

Kunjungan kerja Wamendagri di Provinsi Nusa Tenggara Timur juga diwarnai dengan aksi penanaman pohon di kawasan taman Kantor Gubernur NTT. Penanaman pohon ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kualitas lingkungan serta mendorong gerakan penghijauan di seluruh wilayah NTT. “Penghijauan ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia Asri. Diharapkan segenap masyarakat NTT secara masif melakukan penanaman pohon, dimulai dari pekarangan rumah masing-masing, sehingga ke depan kita dapat merasakan manfaat langsung dari apa yang kita tanam hari ini,” ujar Wamendagri Ribka Haluk.

Gubernur NTT menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan penanaman pohon, yang menjadi simbol ajakan kepada masyarakat untuk memperluas gerakan penghijauan di seluruh wilayah.

Artikel Terkait