Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Zulkifli Hasan: Masalah Sampah Menjadi Kekhawatiran Presiden

Pemerintah saat ini tengah menghadapi tantangan pengelolaan sampah di 71 kota dari 22 aglomerasi yang dianggap darurat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa masalah ini...

Dewa Raka 11 May 2026 15 pembaca liputan6.com liputan6.com
Zulkifli Hasan: Masalah Sampah Menjadi Kekhawatiran Presiden
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Liputan6.com/Immanuel Christian)

Pemerintah Indonesia sedang berupaya menyelesaikan masalah sampah yang mengkhawatirkan di 71 kota dari 22 aglomerasi yang menghadapi situasi darurat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa persoalan sampah yang tak kunjung teratasi menjadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto.

"Permasalahan sampah menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Di mana-mana ada sampah, Presiden risau kalau mau menjadi bangsa yang hebat dan maju, masa mengelola sampah saja tidak bisa," ujar Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan pada acara Gerakan Pilah Sampah dan pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, pada Minggu (10/5).

Teknologi Pengelolaan Sampah yang Terbatas

Menurut Zulkifli, meskipun terdapat banyak teknologi yang tersedia untuk pengelolaan sampah, penerapannya terhambat oleh berbagai regulasi yang ada. Ia mencatat bahwa selama 11 tahun terakhir, hanya ada dua proyek pengelolaan sampah yang menggunakan teknologi modern yang berhasil mendapatkan izin. Namun, dari dua proyek tersebut, satu tidak dapat dilaksanakan dan yang lainnya hanya berjalan sesekali.

"Kita merumuskan ada aturan yang begitu panjang, kalau menyelesaikan satu persoalan sampah itu terlalu panjang. Karena itu terbitlah Perpres (Peraturan Presiden) No 109 tahun 2025 untuk memangkas perizinan," tambahnya.

Penanganan Daerah Darurat Sampah

Zulkifli juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang fokus menangani masalah sampah di 71 kota yang berada dalam kategori darurat. Beberapa daerah yang termasuk dalam kategori ini adalah Bantargebang, Tangerang Selatan, dan Bandung. "Yang darurat seperti Bantargebang, Bandung, Tangsel, kita akan selesaikan pada 2028," jelasnya.

Dalam acara yang sama, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Ia juga mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah dengan tema "Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih".

Pramono menegaskan bahwa pembangunan Jakarta tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Ia percaya bahwa penyelesaian masalah sampah memerlukan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat. Melalui Gerakan Pilah Sampah, ia mengajak warga untuk mulai memilah sampah dari rumah guna mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

"Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi," tegasnya.

Artikel Terkait