Update
Ekonomi

Bahlil dan Prabowo Diskusikan Listrik Desa serta Proyek Pabrik Baterai

Menteri Bahlil Lahadalia bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas perkembangan listrik desa dan proyek pabrik baterai di Indonesia.

Eko Prasetyo 29 October 2026 12 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (29/10). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (29/10). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 29 Oktober. Dalam pertemuan tersebut, Bahlil menyampaikan beberapa hal penting yang dibahas.

"Tadi kita bahas tentang beberapa perkembangan terkait dengan listrik desa. Kita tahu bahwa listrik desa, desa-desa dan dusun kita ini kan kurang lebih sekitar hampir 11 ribu yang belum ada listriknya," ungkap Bahlil setelah pertemuan.

Peresmian Proyek Listrik Desa

Lebih lanjut, Bahlil menyatakan bahwa Prabowo akan meresmikan beberapa proyek listrik desa dalam waktu dekat. "Kemungkinan besar kita akan lakukan di Sulawesi. Jadi ada sekitar 1.400, 13 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini," jelasnya.

Kesiapan Pabrik Baterai

Selain itu, Bahlil juga melaporkan kepada Prabowo mengenai kesiapan peresmian pabrik baterai yang merupakan hasil kerja sama antara CATL dan Antam. Ia menambahkan bahwa pabrik tersebut sudah mulai berproduksi dan akan segera diresmikan.

Saat ini, terdapat tiga pabrik baterai mobil yang beroperasi di Indonesia. "Satu yang punya Hyundai, yang awal 10 giga, kemudian satunya juga yang kemarin diresmikan di Halmahera ini yang dilakukan oleh investor dari China. Yang ketiga CATL kerja sama dengan Antam yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden," kata Bahlil.

Dengan adanya perkembangan ini, Bahlil menekankan bahwa ekosistem baterai mobil di Indonesia telah terintegrasi mulai dari proses penambangan, smelter, HPAL, prekursor, katoda, hingga battery cell.

Artikel Terkait