Update
Ekonomi

--- Minat Investasi Perusahaan Jepang di Sektor Logam Mulia Indonesia ---

--- Perusahaan logam mulia Tanaka Precious Metal dari Jepang menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di Indonesia, dengan rencana untuk memproduksi bahan industri yang mendukung sektor otomotif da...

Lare Ayu 30 October 2026 3 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) mengungkapkan perusahaan logam mulia asal Jepang, Tanaka Precious Metal, berminat menanamkan modal di Indonesia. Ilustrasi. (istockphoto/Filograph).
Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) mengungkapkan perusahaan logam mulia asal Jepang, Tanaka Precious Metal, berminat menanamkan modal di Indonesia. Ilustrasi. (istockphoto/Filograph).
---TITLEEXCERPT--- Perusahaan logam mulia Tanaka Precious Metal dari Jepang menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di Indonesia, dengan rencana untuk memproduksi bahan industri yang mendukung sektor otomotif dan elektronik. ---CONTENT---

Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) mengungkapkan bahwa Tanaka Precious Metal, sebuah perusahaan logam mulia asal Jepang, berencana untuk menanamkan modal di Indonesia. Rencana investasi ini disampaikan oleh Wakil Ketua APPI, Arief Budiman, kepada Menteri Perindustrian Sarmuji dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Perindustrian di Jakarta Selatan pada Rabu, 28 Oktober.

“Kita mendatangkan investor, Tanaka Precious Metal. Mereka akan berinvestasi di Indonesia,” jelas Arief setelah pertemuan tersebut.

Rencana Produksi dan Target Pasar

Arief menjelaskan bahwa Tanaka Precious Metal berencana untuk mengolah bahan mentah menjadi produk industri seperti potassium gold cyanide (PGC) dan kawat pengikat (bonding wire). Produk-produk ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan di sektor otomotif dan elektronik.

Ia juga menambahkan bahwa selama ini industri pengolahan logam mulia lebih banyak terkonsentrasi di Taiwan dan negara lain, sementara sumber bahan baku utamanya berasal dari tambang di Indonesia. “Industri itu harus kita bawa di Indonesia, di mana apa yang dimiliki bangsa Indonesia ini dinikmati oleh rakyat Indonesia, yang selama ini tuh semuanya dinikmati oleh asing,” ungkap Arief.

Respons Positif dari Kementerian Perindustrian

Menteri Perindustrian Sarmuji memberikan sambutan positif terhadap rencana hilirisasi ini dan mendorong APPI untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan direktorat terkait. Sebagai langkah selanjutnya, APPI dijadwalkan untuk mengadakan rapat dengan Direktorat Industri Kimia Hulu Kemenperin pada 2 November.

Namun, Arief mengakui bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai nilai investasi secara spesifik. Investor dari Jepang tersebut masih ingin memastikan penyelesaian beberapa masalah regulasi terkait pasokan bahan baku kimia yang termasuk dalam daftar larangan dan pembatasan (lartas), khususnya potassium cyanide. Oleh karena itu, APPI akan terus berkonsolidasi dengan Kementerian Perindustrian untuk meyakinkan calon investor agar mau menanamkan modal di Indonesia.

Artikel Terkait