Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Teknologi

CEO Take-Two Ragu Akan Kemampuan AI Google dalam Mengembangkan Game Selevel GTA

CEO Take-Two mengungkapkan keraguan terhadap kemampuan AI Google menciptakan game sebesar Grand Theft Auto, meskipun investor sebelumnya menunjukkan kepanikan.

Dewa Raka 19 March 2026 61 pembaca suara.com suara.com
CEO Take-Two Ragu Akan Kemampuan AI Google dalam Mengembangkan Game Selevel GTA
suara.com

Dalam dunia industri game yang terus berkembang, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, menyatakan ketidakpastiannya terhadap kemampuan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan Google dalam menciptakan permainan sekelas Grand Theft Auto (GTA). Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran investor yang merasa panik atas potensi perkembangan teknologi baru ini.

Zelnick menggarisbawahi bahwa meskipun AI memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan aspek teknis dalam pengembangan game, ia meragukan apakah kecerdasan buatan bisa mengulangi atau bahkan menyamai pencapaian kreatif yang diperlukan untuk menghasilkan game berkualitas tinggi seperti GTA. "Kreativitas dan inovasi adalah elemen kunci dalam pembuatan game, dan saya ragu apakah AI dapat mencapai tingkat tersebut," ujar Zelnick dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Ia menekankan bahwa meskipun teknologi AI dapat membantu dalam beberapa aspek, misalnya dalam pengoptimalan proses pengembangan, inti dari pembuatan game yang menarik masih harus berasal dari ide manusia.

Keraguan ini juga mencerminkan kekhawatiran yang lebih besar di kalangan investor mengenai dampak AI pada industri game. Sebelumnya, saat mendengar kabar tentang kemajuan teknologi AI yang dikembangkan oleh Google, sejumlah investor sempat mengalami kepanikan yang menyebabkan fluktuasi harga saham di beberapa perusahaan game. "Ketika sebuah perusahaan besar seperti Google mengumumkan proyek ambisius, wajar jika ada reaksi di pasar," tambah Zelnick. Ia mengingatkan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil langkah, terutama dalam industri yang sangat dipengaruhi oleh inovasi dan kreativitas.

Dalam konteks ini, komentar Zelnick menyoroti pentingnya mempertahankan nilai-nilai kreativitas dalam game, meskipun perkembangan teknologi terus bertumbuh. Sebagai produsen game terkemuka, Take-Two Interactive dikenal dengan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman bermain yang mendalam dan berkualitas. “Kami percaya bahwa pengalaman bermain game yang luar biasa haruslah hasil dari kolaborasi tim yang kreatif dan bukan hanya dari algoritma,” ungkapnya.

Ke depan, industri game diperkirakan akan terus berkembang dengan mengintegrasikan teknologi baru, termasuk AI. Namun, seperti yang dinyatakan Zelnick, tantangan terbesar tetap ada pada bagaimana mengintegrasikan teknologi ini tanpa mengorbankan esensi kreatifitas yang menjadi daya tarik utama bagi pemain. Pernyataan ini menjadikan diskusi tentang peran AI dalam industri game semakin menarik, dan perkembangan selanjutnya dari penggunaan teknologi tersebut akan sangat dinantikan oleh berbagai pihak.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait