Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Dankor Brimob Ingatkan Anggota: Penanganan Massa Harus Tanpa Kekerasan

Dankor Brimob menekankan pentingnya penanganan massa yang humanis dan tidak mengedepankan kekerasan dalam setiap situasi.

Arya Yudhistira 22 April 2026 9 pembaca liputan6.com liputan6.com
Dankor Brimob Ingatkan Anggota: Penanganan Massa Harus Tanpa Kekerasan
liputan6.com
Kepala Korps Brimob Polri mengingatkan seluruh anggotanya untuk tidak menggunakan kekerasan dalam penanganan massa. Penekanan ini disampaikan untuk memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan dan profesionalisme. Dalam situasi yang kian kompleks, termasuk tantangan yang dihadapi akibat kondisi global, Korps Brimob dituntut untuk selalu siap menghadapi berbagai situasi. Hal ini mencakup kesiapan dalam beradaptasi dengan dinamika yang terjadi di masyarakat, serta menjaga keamanan tanpa menimbulkan ketidaknyamanan. Dengan penekanan ini, diharapkan anggota Brimob dapat menjalankan tugasnya secara efektif dan humanis, menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Penanganan massa yang baik diharapkan dapat mencegah terjadinya bentrokan dan menjaga stabilitas keamanan. Sebagai langkah selanjutnya, Korps Brimob akan terus mengedukasi anggotanya mengenai teknik penanganan massa yang lebih baik dan mengedepankan dialog. Ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap kepolisian.
Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait