Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah Kementerian Keuangan menetapkan target penerimaan pajak sebesar Rp806 triliun yang ditujukan kepada orang-orang kaya yang terdaftar sebagai wajib pajak di Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Wajib Pajak Besar. Angka ini mencakup sekitar 34,4 persen dari total target penerimaan pajak untuk tahun ini.
Pentingnya Kerja Sama dalam Kepatuhan Pajak
Kepala Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Dasto Ledianto, menekankan bahwa meskipun target yang ditetapkan cukup tinggi, pihaknya meminta agar jajarannya tidak mengejar target secara sembarangan. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih mengutamakan kerjasama dalam kepatuhan pajak. "Jika tingkat kepatuhan Bapak/Ibu berada di kuadran kanan (tinggi), kami tidak perlu setiap tahun menguji melalui pemeriksaan. Mari kita bangun sinergi yang 'ngeklik' melalui transparansi data," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Rabu (19/8).
Forum Konsultasi Publik untuk Meningkatkan Kemitraan
Dasto berharap agar semua wajib pajak dapat melaksanakan kewajiban mereka dengan transparan, sehingga kemitraan yang terjalin dapat berjalan dengan baik dan target penerimaan negara dapat tercapai. "Kantor ini adalah rumah kita bersama. Jika ada yang baik, itu milik kita; jika ada yang kurang, sampaikan agar kami perbaiki," tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Dasto saat memberikan sambutan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diadakan oleh Kanwil DJP Wajib Pajak Besar bersama dengan KPP Wajib Pajak Besar Tiga dan KPP Wajib Pajak Besar. Pertemuan ini dihadiri oleh 55 pimpinan Wajib Pajak BUMN strategis, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), serta media massa.
FKP kali ini mengusung tema mengenai Fasilitas Nilai Buku, Tax Control Framework, dan Kuasa Wajib Pajak, yang diharapkan dapat menjadi jembatan bagi restrukturisasi usaha dan kepatuhan wajib pajak. Kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan komitmen DJP dalam mendukung program streamlining BUMN melalui penyediaan fasilitas perpajakan yang jelas dan transparan, serta memastikan pencapaian target penerimaan negara sebesar Rp806 triliun dapat tercapai melalui hubungan kemitraan yang kooperatif dan saling percaya.