Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Empat Rektor Diperiksa DPR Terkait Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

DPR mengadakan rapat tertutup dengan Kemdiktisaintek dan empat rektor untuk membahas kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Bima Candrakumara 20 April 2026 13 pembaca liputan6.com liputan6.com
Empat Rektor Diperiksa DPR Terkait Kasus Kekerasan Seksual di Kampus
liputan6.com
Komisi X DPR mengadakan pertemuan tertutup dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta empat rektor universitas untuk membahas isu kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan tinggi. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menangani masalah serius ini. Dalam rapat tersebut, para rektor diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang telah diambil oleh masing-masing institusi dalam menangani kasus kekerasan seksual. Selain itu, DPR juga ingin mendengar pandangan dari Kemdiktisaintek mengenai kebijakan yang perlu diterapkan untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. Kasus kekerasan seksual di kampus telah menjadi perhatian publik dan menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Dalam konteks ini, DPR berkomitmen untuk memastikan bahwa semua pihak, termasuk institusi pendidikan, berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi mahasiswa. Rapat ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dan langkah konkret untuk mengatasi masalah kekerasan seksual di kampus, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap mahasiswa. Perkembangan lebih lanjut mengenai hasil rapat ini akan ditunggu oleh masyarakat.
Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait