PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan program yang menawarkan 170.845 tiket penerbangan domestik gratis bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong para turis agar tidak hanya mengunjungi Bali atau Jakarta, tetapi juga menjelajahi berbagai destinasi lain di seluruh Tanah Air.
Stimulus untuk Pariwisata
Prina Eka Putri, Kepala Grup Pemasaran Garuda Indonesia, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan minat wisatawan internasional dalam memperluas perjalanan mereka di Indonesia. "Garuda Indonesia menghadirkan free domestic flight ini untuk menjadi stimulus traveling dari internasional ke Indonesia yang tujuannya adalah agar tidak hanya berhenti di satu titik di Indonesia, tapi juga merambah ke domestik destinasi lainnya," ungkapnya dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor InJourney, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/8).
Program ini diharapkan dapat memperpanjang durasi tinggal wisatawan, meningkatkan jumlah kunjungan ke berbagai daerah, serta mendorong pengeluaran di sektor perhotelan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor pariwisata lainnya. Dampak positif dari inisiatif ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh Garuda, tetapi juga oleh perekonomian domestik secara keseluruhan.
Indikator Keberhasilan Pariwisata
Dalam kesempatan yang sama, Yudhistira Setiawan, Wakil Presiden Senior Sekretaris Perusahaan InJourney, menekankan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang. "Bagi InJourney itu tolok ukur yang penting tidak hanya atau keberhasilan pariwisata itu tidak hanya dilihat dari berapa banyak wisatawan yang datang ke Indonesia, tetapi kita melihatnya adalah yang lebih penting lagi adalah berapa lama sih mereka tinggal di Indonesia? Lalu kemudian berapa banyak destinasi yang dikunjungi? Dan kemudian tentunya berapa besar spending mereka di destinasi-destinasi tersebut," jelasnya.
Yudhistira juga mencatat bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan asing pada kuartal II 2024 mencapai sekitar US$1.285 atau setara Rp22,9 juta, dengan rata-rata lama tinggal adalah 10 malam. Oleh karena itu, program penerbangan domestik gratis ini diarahkan untuk meningkatkan durasi tinggal serta aktivitas dan belanja wisatawan di daerah.
Dedi Ahmad Kurnia, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, menambahkan bahwa program ini juga menargetkan pasar utama Indonesia di Asia dan Australia. Dari 11 rute yang dilayani Garuda, terdapat sejumlah koneksi dengan negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, China, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, dan Australia, yang dianggap stabil meskipun adanya gejolak geopolitik di Timur Tengah.
“Harga minyak dunia itu tetap naik ya, tetapi kunjungan wisatawan ke Indonesia itu sampai Juni, Januari sampai Juni naik di angka 5 persen,” ujar Dedi. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah melakukan pergeseran target ke pasar Asia dan Australia, sambil tetap memperhatikan pasar Eropa, Timur Tengah, dan Amerika. Konektivitas Garuda dari Jakarta menjangkau hampir seluruh 10 destinasi prioritas pariwisata, sementara dari Denpasar, koneksi tersedia menuju Jakarta, Sorong, Surabaya, dan Yogyakarta.
Prina juga menekankan bahwa program ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. "Dan angka ini 170.845 itu kita memang sekalian memperingati bulan ini adalah bulannya kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945 di mana kita merdeka. Kita mau mengajak dunia mengenal Indonesia lebih dari hanya sekadar Bali dan Jakarta," jelasnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan tingkat keterisian penerbangan internasional Garuda dapat meningkat. Dedi menargetkan untuk mendorong load factor dari kisaran 70 persen menjadi sekitar 80 persen, bahkan berpotensi mencapai 90 persen jika jumlah penumpang mencapai 200 ribu.